
Gambar diambil dari: corpcommtelkomseljatim.wordpress.com
Tadi sore main-main ke detikinet.com, di sana ada berita bahwa Telkomsel memotong jatah quota client tanpa pemberitahuan. Bagi pengguna paket basic sepertiku, Telkomsel memotong dari jatah 2 GB per bulan menjadi hanya 500 MB. Sungguh kurang ajar !!!
Mereka melakukan justifikasi bahwa 60% total pengguna Telkomsel Flash Unlimited cuma menggunakan tak lebih dari 500 MB per bulannya. So, mereka menafikan 40% yang lainnya?
Paketnya tetap unlimited, cuma setelah habis jatah 500 MB itu maka kecepatan koneksi akan segera dihancurkan menjadi hanya 64 kbps, yang berarti jika Anda mendownload maka cepatan download hanya sekitar maksimal 8 KB/s. Sungguh tidak berprikemanusiaan.
Untuk yang tetap ingin menikmati kecepatan tinggi, Telkomsel menawarkan paket 300 MB dengan merogoh kocek Rp 100.000,- Sebuah trik jitu untuk mengambil untung dari ketidaktahuan masyarakat mengenai hak mereka.
Aneh memang, setelah berhasil merajai dunia komunikasi Indonesia dan menjadi raja seluler, bukannya memberi keringangan dan kemakmuran bagi konsumen, malah Telkomsel dengan seenaknya menyunat jatah quota bandwith user. Padahal user telah melakukan kontrak hitam-di atas putih dengan asumsi bahwa Telkomsel beritikad baik dengan isi kontraknya serta dengan yang diiklankannya.
Baca selengkapnya ‘Telkomsel Flash, Menyebalkan’
Popularity: 24%
Lama sudah kita bersama layaknya orang pacaran, kita seharusnya sudah menikah dan membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah warrahmah. Hubungan ini dimulai akhir tahun 2001 silam dan sampai kini kita tetap bersama walau sudah ganti no gara-gara tsunami dan tambah no untuk layanan lain. Macam orang pacaran aja, gak ada hubungannya tau. Tulisan ini akan mengisahkan tentang sejarah no/simcard simpati nusantara yang saya pakai saat ini. Anda punya sejarahnya juga? ayo dituliskan.
Sedikit berbagi pengalam pada awal-awal menggunakan teknologi baru yang bernama handphone atau HaPe bahasa gaulnya. Pada akhir 2001 silam saya membelikan sabuah HaPe Nokia 8300 dimana pada saat itu HaPe tersebut merupakan seri yang lumayan canggih. SIM Card yang tertanam didalamnya Simpati Nusantara dari Telkomsel yang saya beli dengan harga Rp. 200.000,- dan telah tersisi Rp. 100.000,- pulsa pada saat itu, mahal benar memang kalau kita bandingkan dengan sekarang dimana harga kartu perdana sekarang cuma Rp. 10.000,- (kalau gak salah, karena gak pernah beli sih).
HaPe tersebut sekarang sudah tidak ada lagi, pada 26 Desember 2004 silam dia telah pergi untuk selama-lamanya bersama dengan no/sim card didalamnya dan aku tak tau dimana kuburanya, sungguh sedih. halah macam kehilangan anggota keluarga aja, itu khan cuma HaPe. :p
Baca selengkapnya ‘No Simpati Nusantara – Telkomsel Dalam Kenangan’
Popularity: 50%