Ya…… kita semua tahu bahwa sebuah penderitaan yang dirasakan oleh kaum tertindas, kaum teranianya, kaum tak bernegara.., mereka terusir dari negara mereka dari tanah kelahiranya. Hak-hak beragama secara bebas, hak politik, bahkan hak untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik juga dirampas oleh kekuasan negara, sungguh sebuah negara yang dipimpin oleh orang-orang tak berprikemanusian.
Mereka meninggalkan negeri sendiri tempat dilahirkan, tanah dimana meraka dibesarkan hanya demi kehidupan yang jauh dari penindasan yang tak tertahankan. Mereka mengarungi samudra yang tak berbatas dengan perahu saadanya, memasuki negara orang lain tanpa ijin, meraka ditangkap dengan tuduhan pendatang illegal, mereka ditempatkan disebuah pulau terpencil, disiksa, dipekerjakan tanpa upah bahkan tanpa diberikan makan yang cukup. Lalu mereka kembali dibuang kelaut dengan perahu kecil yang dipenuhi oleh ratusan manusia, tanpa mesin, tanpa bekal makanan yang cukup.
Baca selengkapnya ‘Kita Tau, Tapi Diam…’
Popularity: 5%
Sebuah dilema dimasyarakat Aceh saat ini, mengumpulkan bantuan untuk Gaza/Palestina begitu gencar dilakukan oleh ormas Islam dan lembaga-lembaga kemahasiswaan di jalan-jalan di seantaro Aceh. Hal ini tentunya tidak ada salahnya, dan merupakan hal yang sangat wajar dilakukan, tapi kebanyakan para aktifis yang mengumpulkan dana tersebut saya melihatnya mereka melakukanya ada udang dibalik batu bukan semata kerena dorongan nilai-nilai kemanusian.
Serambi Indonesia sebuah koran lokal saban hari menerbitkan berita tentang penyerahan bantuan untuk Palestina dari berbagai organisasi. Saya melihat ada pemutar balikan fakta disini yang dilakukan oleh organisasi yang mengumpulkan dana dari masyarakat melalui kotak amal yang tersebar disetiap persimpangan didalam kota. Saya melihat organisasi yang meyerahkan bantuanya ke harian Serambi Indonesia dengan harapan publikasi tentunya selalu mengatasnamakan bantuanya dari organisai tersebut, padahal seharunya hal itu tidak dilakukan, selayaknya dana yang terkumpul dari masyarakat pada saat diserahkan kemanapun harus membawa nama masyarakat, bukan malah membawa nama organisasi masing-masing. Permasalahan diatas sebenara nya bukan hal yang ingin saya ceritakan disini kawan…

Pengungsi suku Rohingya yang terdampar di Sabang 7 Januari 2009 (photo : detik.com)
Masih ingat dengan kasus terdamparnya 190 manusia perahu asal suku Rohingya di Sabang pada 7 Januari lalu? Itu sudah hampir sebulan lalu kawan, mungkin sudah kawan lupakan, karena tidak penting. Tapi ada yang terbaru lagi kawan, saat tulisan ini ditulis baru saja terjadi yaitu 198 manusia perahu dari suku muslim Rohingya kembali ditemukan oleh nelayan Idi Aceh Timur (baca ini). Menurut info dari kawan-kawan wartawan kelompok ini sama dengan kelompok yang ditemukan di Sabang pada 7 Januari lalu, secara kebetulan mereka beda perahu.
Baca selengkapnya ‘Palestina VS Myanmar (Rohingya)’
Popularity: 8%