Tag Archive for 'Aceh'

Page 2 of 3

Kanduri Maulid dalam Masyarakat Aceh

Pelaksanaan kanduri Maulid (kenduri maulid) pada masyarakat Aceh terkait erat dengan peringatan hari kelahirang Pang Ulee (penghulu alam) Nabi Muhammad SAW, untusan Allah SWT yang terakhir pembawa dan penyebar ajaran agama Islam. Kenduri ini sering pula disebut kenduri Pang Ulee. 

Masyarakat Aveh sebagai penganut Islam melaksanakan kenduri maulid setiap bulan Rabiul Awal, Rabiul Akhir dan Jumadil Awal. Kenduri maulid yang dilaksanakan pada bulan Rabiul Awal disebut maulod awai (maulid awal) dimulai dari tanggal 12 Rabiul Awal sampai akhir bulan Rabiul Awal. Sedangkan kenduri maulid yang dilaksanakan pada bulan Rabiul Akhir desebut maulod teungoh (maulid tengah) dimulai dari 1 bulan Rabiul Akhir sampai berkahirnya bulan. Selanjutnya, kenduri maulid pada bulan Jumadil Awal disebut maoule akhe (maulid akhir) dan dilaksanakan sepanjang bulan Jumadil Akhir.

Pelaksanaan kanduri maulid berdasarkan tiga bulan diatas, mempunyai tujuan supaya warga masyarakat dapat melaksanakan kenduri secara keseluruhan dan merata. Maksud apabila pada bulan Rabiul Awal warga belum bisa melaksanakan kenduri, pada bulan Rabiul Akhir belum juga mampu, maka masih ada kesempatan pada bulan Jumadil Awal. Umumnya seluruh masyarakat  mengadakan kenduri maulid hanya waktu pelaksanaannya saja yang berbeda-beda, tergantung kemampuan masyarakat. Continue reading ‘Kanduri Maulid dalam Masyarakat Aceh’

Popularity: 19%

Seminar “Ayo, Menuliskan Aceh di Internet!”

ayo-menulis Aceh adalah kisah yang tak pernah selesai. Lapis demi lapis tragedi dan perjuangan kehidupan mewarnai bumi Nanggroe.

Mulai dari pergolakan konflik, gebrakan ombak dahsyat tsunami, derap rekonstruksi, perjuangan masyarakat untuk bangkit kembali menata hidup pasca bencana, juga kerikil tajam yang dihadapi dalam menganyam perdamaian.Alangkah indah bila berbagai kisah pahit-manis ini dituturkan secara aktif dalam beragam perspektif. Dengan berbagi, akan terbuka wawasan untuk saling memahami keragaman.

Dengan berbagi, akan terjadi proses penyembuhan luka batin dan proses belajar menuju Aceh yang lebih baik. Dengan berbagi, wajah Aceh akan tampil secara lebih menyeluruh kepada dunia.

Demi mendorong budaya menulis, memupuk semangat berbagi kisah dan pengalaman, Komunitas Aceh Blogger akan menggelar workshop berjudul “Ayo, Menuliskan Aceh di Internet!”.

Continue reading ‘Seminar “Ayo, Menuliskan Aceh di Internet!”’

Popularity: 21%

Permainan Peh Batee (domino) Dalam Masyarakat Aceh

Peh Batee

Disetiap daerah tentunya memiliki permainan khas atau yang lebih dikenal dengan permainan rakyat, Gasing dalam masyarakat Melayu, Galo-galo dari Maluku, Massaung Manuk dari Sulawesi Selatan dan Peh Batee (domino) dalam dalam masyarakat Aceh. Permainan Peh Batee ini sebenarnya merupakan permainan domino yang 

biasa dimainkan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya dan cara bermainya juga sama, namun demikian di Aceh kartu domino akan berbeda dari segi bentuknya yaitu terbuat dari plastik tebal yang keras.

Peh Batee yang digandrungi oleh sebagian masyarakat Aceh dari berbagai tingkatan usia pada dasarnya tidak begitu bebas bisa dimainkan di Aceh karena ada desa-desa tertentu yang melarang permainan ini, hal tersebut lebih kepada kekhawatiran dijadikan arena untuk berjudi, namun tak sedikit juga peh batee diperbolehkan. Permainan ini biasa dilakukan di pos-pos jaga atau warung kopi yang jumlah nya mengalahkan banyaknya mesjid dan sekolah disetiap desa. 

Continue reading ‘Permainan Peh Batee (domino) Dalam Masyarakat Aceh’

Popularity: 16%

Museum Tsunami, Museum Sampah

 

NAD Tsunami Museum

Di penghujung tahun 2004, Aceh digoyang gempa dahsyat sebelum kemudian digulung tsunami. Pantai Barat Aceh—dari Simeulue, Meulaboh sampai Banda Aceh dan sebagian Sigli—mengalami kerusakan parah. Sekitar 170 ribu jiwa melayang seketika. Dunia tercengang ketika itu. 

Desakan internasional memaksa pemerintah Indonesia membuka isolasi politik akibat konflik bersenjata yang panjang di Aceh. Tidak lama kemudian, berbondong-bondong orang dari ujung Indonesia dan dunia datang ke Aceh untuk melihat dampak kerusakan akibat tsunami, serta memberikan bantuan kepada masyarakatnya. Mantan Secretary of State AS Collin Powell yang datang beberapa hari setelah tsunami menyatakan dia belum pernah melihat kehancuran seperti yang terjadi di Aceh.

Continue reading ‘Museum Tsunami, Museum Sampah’

Popularity: 17%

Aku dan Keponakan Ku

Hari-hari yang kulalui kadang menyenangkan tapi tak jarang pula sangat menyebalkan. Rutinitas kerja yang kadang-kadang menoton membuat kreatifitas berkurang sehingga ide-ide sulit tersalurkan membuat aku kadang-kadang merasa jenuh dan rasanya ingin berteriak sekeras-kerasnya biar orang tahu bahwa hatiku sedang berontak, Yah… itu semua kadang-kadang.

Aktifitas kantor yang begitu padat membuat aku sering lupa makan siang, tugas yang menumpuk sering membuat aku bingung mau menyelesaikan yang mana terlebih dulu, aku memang tidak bisa menentuka skala prioritas, itu salah satu kelemahanku yang aku lihat dari hasil evaluasi staff dikantor tempat aku mecari sesuap nasi, segenggam berlian. ha..ha

Selesai jam kantor aku sering tidak langsung pulang kerumah tapi keluar minum kopi dengan teman-teman dari komunitas, hal ini lebih disebabkan faktor pria lajang yang tinggal di kos-kosan. Ya aku memang pria lajang yang jomblo lagi kata teman-teman, tapi aku gak peduli akan hal itu karena aku merasa happy dengan statusku saat ini walau sekali-kali kesunyian juga menyelimuti.

Continue reading ‘Aku dan Keponakan Ku’

Popularity: 5%

Review Buku “Aceh Pungo”

Cover Buku Aceh Pungo Source: Fauzan    Cover Buku “Aceh Pungo” Source: Fauzan

 ”Bagimana kalau pemerintah Aceh melalui UUPA melakukan investasi di luar negeri dengan membeli salah satu klub sepak bola liga inggris seperti Menchester City seharga 200 juta poundsterling (Rp. 3,4 triliun)” 

Kutipan diatas merupakan ide yang menurut penulisnya gila, tapi menurut saya ini ide brilian, bagaimana tidak, dana APBA tahun 2008 8,5 triliun diperkirakan akan tersisa 5 triliun rupiah yang tentunya harus dikembalikan ke kas negara. Daripada mengembalikan alangkah baikanya beli saja salah satu klub sepak bola liga inggris tersebut yang tentunya akan membawa pamor bagi Aceh yang juga akan mencitrakan Aceh lebih baik ke mata internasional. 

Didalam bukunya penulis banyak melakukan kritik yang menusuk tapi sopan dengan perumpamaan-perumpaman logis dan mudah dicerna. Budaya Aceh kesehariaan sangat menonjol ditampilakn, mulai hal kecil sampai dengan politik tingkat atas. Saya sendiri setelah membaca buku ini baru sadar begitu banyak budaya-budaya aceh yang telah ditinggalkan oleh masyarakatnya termasuk saya.

Continue reading ‘Review Buku “Aceh Pungo”’

Popularity: 12%

Hand Over Assistance to Rohingya Refugees

Prosesi serah terima bantuan

Prosesi serah terima bantuan

Sabtu, 21 Februari 2009 jam 12.15 WNAD proses belanja selesai dengan dilanjutkan dengan mengantar bantuan menggunakan becak mesin dua trip, proses mengantar barang membutuhkan waktu lebih kurang 30 menit karena letak tempat kami berbelanja dengan lokasi kamp hanya berpaut 1 KM. Setelah barang bantuan sampai semua kami harus menunggu lagi karena para pengungsi sedang melaksanakan shalat Zuhur, kami sengaja menunggu mereka selesai melaksanakan shalat dan doa bersama.

Selesai mereka shalat panitia memanggil beberapa orang pungungsi untuk menyaksikan proses serah terima bantuan masyarakat Aceh yang dikumpulkan oleh Aceh Blogger Community, Aceh Linux Activist (KPLI-Aceh) dan turut dibantu oleh kawan-kawan dari Komunitas Teknologi Informasi, Akademi Manajeman Informatika dan Komputer Indonesia (KTI-AMIKI). Kami lagi-lagi harus menunggu karena ketua panitia yang sekaligus camat Idi Rayeuk sedang menelpon, lama kami menunggu pak camat tak selesai juga menelpon, mungkin ada bisnis penting, entahlah.

Koordinator lapangan yang berada ditempat beberapa kali memberitahukan kepada pak camat akan hal ini, tapi tak pak camat hanya mengangkat tangan saja tanda isyarat tunggu sebentar. Untuk ketiga kali korlap memanggil pak camat yang akhirnya dari mulut pak camat keluar kata-kata diwakilkan saja. Ah dalam hati saya kenapa tidak ngomong dari tadi…., Tanpa menunggu lama saya pun mengangkat satu kardus biskuit unibis yang telah ditempel kertas bertuliskan “Bantuan Masyarakat Aceh Melalui Aceh Blogger Dan KPLI Aceh”. Saya dan korlap berjabat tangan sebagai pertanda serah terima bantuan selesai dilaksanakan yang turut di abadikan oleh Idrus dan relawan dari CMC dan PCC.

Continue reading ‘Hand Over Assistance to Rohingya Refugees’

Popularity: 9%

Road to Idi Reyuek

Uang yang telah dihitung dan dirapikan siap untuk bertransaksi

Sore tepat 20 Februari kemarin, sekitar jam 18.15 menjelang magrib, saya dan Idrus berdua meninggalkan kota Banda Aceh menuju Idi Rayeuk, Aceh Timur dengan satu tujuan mendistribusikan bantuan dari masyarakat Aceh yang dikumpulkan oleh kawan-kawan Aceh Blogger Community (ABC) dan Aceh Linux Activist (KPLI-Aceh) dalam aksi turun kejalan selama 3 hari. Perjalanan ini sendiri menggunakan sepeda motor dengan jarak tempuh 350 KM lebih dan memakan waktu 9 jam dengan kecepatan rata-rata 80KM/Jam.

Perjalanan dimalam hari sempat membuat saya sedikit was-was selama perjalanan, Bagimana tidak kondisi keamanan sedikit rawan menjelang pemilu 2009 di Aceh. Kami Shalat Magrib di sekitar Indrapuri, walau sedikit telat tapi InsyaAllah kewajiban terlaksana juga. Setelah Shalat perjalan kami lanjutkan dan mengisi bensin di Saree. Dengan kecepatan rendah kami lanjutkan perjalanan untuk makan malam dan Shalat Insya di Saree tapi pada lokasi yang berbeda yaitu di kawasan gajah kata orang-orang.

Rute ketiga yang kami tempuh lumayan jauh, dari Saree baru berhenti sebentar di Beureuenun untuk beli sarung tangan gara-gara kedinginan yang tak tertahankan. Tak lama kami di Beureunun lansung tancap gas dan transit di Matang Glumpang Dua sambil menikmati segelas teh hangat. perjalanan kami lanjutkan walau terasa tak sanggup lagi, mata terasa perih karena kaca penutup helm harus dibuka agar jalanan tampak jelas, hal ini juga mempengaruhi laju kecepatan kami, belum lagi binatang kecil yang berterbangan disepanjang jalan. Berat memang perjalanan malam hari, tapi semangat kami tak kendur untuk segera bertemu dengan saudara-saudara kami.
Continue reading ‘Road to Idi Reyuek’

Popularity: 9%

Nanggroe.com kembali online

Setelah sekian lama mati suri tak bernafas alias koma, server nanggroe.com yang baru saja dipindahkan dari Virtual Private Server (VPS) ke dedicate server akhirnya online juga walaupun ada beberapa fitur belum aktif, tapi sekurang-kurangnya sudah bisa diakses untuk saat ini. Untuk layanan free blog service sudah bisa digunakan kembali tanpa ada kendala. 

Bagi kawan-kawan yang ingin mebuat account blog sekarang regitrasinya juga telah dibuka kembali, jadi tunggu apa lagi? sub domain cantik dengan nama anda masih menunggu. terlambat sedikit akan menjadi milik orang lain.

Proses pemindahan server ini tidak berjalan sebagaimana telah direncanakan, yang menyebabkan down nya nanggroe.com untuk beberapa minggu. Hal ini disebakan oleh bug yang ada pada fedora core 8 bawaan server. Setelah melihat perkembangan OS yang tidak stabil maka tim teknis nanggroe.com memutuskan untuk menginstall Centos 5.2 sebagai OS servernya. Proses instalasi berjalan lancar, tidak ada kendala yang berarti, thanks Alie.

Continue reading ‘Nanggroe.com kembali online’

Popularity: 6%

Solidaritas Untuk Pengungsi Burma

Ini merupakan sebuah pesan yang saya terima di facebook. Semoga bisa membantu saudara-saudara kita yang terbuang dari negerinya sendiri.

Bersama dengan ini, kami dari lembaga kemanusian People’s Crisis Centre (PCC-Aceh) mengajak semua kawan-kawan semua untuk memberikan solidaritas kepada 193 pengungsi asal Burma yang saat ini terdampar di pulau weh (sabang).

Mereka merupakan pengungsi antar Negara yang terpaksa keluar dari negaranya, karena mereka tidak merasa aman di negaranya.

kondisi mereka mengingatkan kita, terhadap kondisi krisisi kemanusian yang terjadi di Aceh akibat konflik yang berkepanjangan.

Oleh sebab itu kami mengajak kepada kawan-kawan memberikan solidaritas dalam bentuk, baju, peralatan ibadah, sarung selimut, dan hal lainnya yang menurut kawan-kawan bisa membantu beban mereka.

bantuan tersebut bisa di kirim ke kantor People’s Crisis Centre – PCC Aceh, Jalan Mujur, lrng, sentosa, N0 73, Lam Lagang. Telpon 0651-45640, atau di no Hp : iskandar (081360574704), Andi Rizal (081360826304) atau Syahril Sp.d (08126970702).

Popularity: 7%

Beberapa peusijuk dalam adat Aceh

Berikut ini merupakan beberapa peusijuk yang lazim dilakukan dalam keseharian masyarakat Aceh. Tapi saat ini adat tersebut banyak yang tidak dilakukan lagi terutama diderah perkotaan seperti Banda Aceh.

1. Peusijuk Meulangga

Apabila terjadi perselisihan di antara penduduk. misalnya antara si A dan B ataupun antara penduduk gampong/desa A dengan penduduk gampong/desa B serta perselisihan ini mengakibatkan keluar darah, maka setelah diadakan perdamaian dilakukan peusijuk. Peusijuk ini sering disebut dengan peusijuk meulangga. Pada upacara ini juga sering diberikan uang, yang disebut sayam yang jumlahnya menurut kesepakatan. Apabila perselisihan terjadi seperti tersebut diatas, tetapi tidak mengeluarkan darah, misalnya perkelahian, perdamaian dan upacara peusijuk dilakukan juga tetapi tidak diberikan uang.

Continue reading ‘Beberapa peusijuk dalam adat Aceh’

Popularity: 12%

Thanks to All “Blogger Goes to School”

Photo Bareng Peserta sesi terakhir Blogger goes to School. Yang jongkong paling depan Fauzan Yusuf sang Sekretaris Panitia. Photo Taken by Muda Bentara

Alhamdulillah setelah persiapan selama 3 minggu lebih kegiatan dalam rangka Ulang Tahun Pertama Aceh Blogger Community (ABC) terlaksana dengan sukses pada 15 dan 16 November 2008 yang bertempat di Lab Komputer Kandatel Telkom Aceh. Acara ini yang seyogyanya direncanakan pada 1 November 2008 tapi diundur sampai 2 minggu lamanya yang disebabkan oleh beberapa hal teknis.

Dalam pelaksanaan sendirinya peserta dibagi dalam 3 kelas dimana tiap-tiap kelas diikuti oleh 25 peserta dengan total jumlah peserta 75 orang dari 25 sekolah di Banda Aceh dan Aceh Besar. Durasi pembelajaran selama 2,5 jam untuk membuat sebuah blog yang direncanakan, pada pelaksanaanya dirasakan kurang yang disebakan oleh antusiasme peserta yang menginginkan materi lebih dalam mempercantik desain blog nya.

Continue reading ‘Thanks to All “Blogger Goes to School”’

Popularity: 7%

  • Halaman 2 dari 3
  • <
  • 1
  • 2
  • 3
  • >