Lagu Aceh yang sedikit nyentrik ini menceritkan sebuah rumah tangga yang sedang mengalami masalah, menarik dicermati dimana suami-istri saling hujat layaknya orang berpantun saling menyerang lawan dengan kelemahan-kelemahanya. Berikut ini lirik lagu tersebut hasil mendengarkan lagu tersebut berulang-ulang sambil mencatatnya dan video dari youtube. Semoga postingan ini bisa menghibur anda. :p
Ada sejumlah pertanyaan yang ditanyakan oleh teman-teman beberapa waktu yang lalu tentang dimana masa kamatian blogging sudah dekat, secara umum tampaknya akan diganti oleh media baru seperti facebook, twitter dan yang akan segera hadir google wave, tak lupa friendster saat ini yang pernah menjadi raja jejaring sosial di Indonesia kini juga telah berevolusi dengan tampilan baru.
Untuk minoritas kecil, mungkin hal ini bisa dikatakan ya, namun, untuk sebagian besar, dan terutama mereka yang menggunakan blog untuk tujuan bisnis, saya akan mengatakan bahwa prediksi ini terlalu dini dan ekstrem.
Memang, dengan meningkatnya kehadiran media sosial sebagai alat pemasaran, apakah kita akan melihat penurunan peran blogging sebagai salah satu bagian dari itu? Jawaban saya adalah tidak semudah itu dan saya akan menjelaskan mengapa. Baca selengkapnya ‘Perlakukan Blog Anda Sebagai Rumah Online’
Masih ingatkah Anda dengan Prita Mulyasari? Seorang ibu rumah tangga yang terjerat pelanggaran Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan pencemaran nama baik.
Wanita 32 tahun ini didakwa telah mencemarkan nama baik dua dokter Rumah Sakit Omni Internasional, Grace Hilda Yar Nel Nela dan Henki Gozal dengan mengirimkan surat elektronik (email) ke 20 alamat email temannya. Dalam surat tersebut Prita mengeluhkan pelayanan yang diberikan RS Omni Internasional. Dalam waktu singkat email itu beredar luas di sejumlah milis dan blog. Surat itu pun terbaca manajemen RS Omni Internasional. Atas keluhan Prita, rumah sakit di kawasan Alam Sutera itu kemudian menyeret Prita ke jalur hukum dengan tuduhan pencemaran nama baik. Baca selengkapnya ‘Koin Keadilan Untuk Prita’
Liza dan Titut, 2 dari sekian banyak blogger perempuan
Salah seorang mahasiswa dari Universitas Wollongong, Australia dalam rangka meyelesaikan thesis S3 nya kini sedang melakukan penelitian tentang penggunaan internet di Indonesia namun lebih terfokus kepada blogger perempuan. Blogger perempuan menurut hemat saya memang banyak, namun mereka lebih banyak menulis tentang kehidupan pribadi mereka, curhat atau menulis puisi-puisi yang romantis, namun bukan tidak banyak juga blogger perempuan yang menulis masalah-masalah sosial kemasyarakatan dan isue-isue kekinian bahkan politik.
Menarik bagi saya mendalami lebih jauh tentang penelitian ini, karena sangat jarang ada penilitian tentang blogger dan secara tidak langsung mencerminkan eksitensi dari blogger yang semakin diakui keberadaannya. Berikut petikan tulisan dari blognya Endah Triastuti tentang peniltian ini. Baca selengkapnya ‘Perempuan dan Blog’
Ada banyak hal menarik saat pelatihan blogging yang aku lakukan dengan teman-teman dari Komunitas Aceh Blogger terutama saat pelatihan didaerah-daerah. Karena pemanfaatan telknologi internet didaerah masih menjadi hal baru terlebih bagi para pelajar. Maklum target pelatihan ngeblog biasa kami lakukan untuk anak-anak sekolah.
Konsekwensi yang harus kami terima ya itu tadi, mereka ada yang sama sekali belum mengenal internet bahkan ada yang tidak berani menyentuh komputer, padahal didalam undangan jelas-jelas tertulis syaratnya harus memiliki email yang setidaknya sudah femiliar dengan yang namanya komputer.
Namun para warrior blogging tetap pantang meyerah walau harus pusing tujuh keliling. Perjuangan yang dilakukan kawan-kawan Aceh Blogger dan blogger lain diseluruh persada nusantara patut kita berikan acungan jempol dalam upaya memberantas gagap teknologi (gaptek) terhadap dunia internet.