Perempuan dan Blog

IMG_0452

Liza dan Titut, 2 dari sekian banyak blogger perempuan

Salah seorang mahasiswa dari Universitas Wollongong, Australia dalam rangka meyelesaikan thesis S3 nya kini sedang melakukan penelitian tentang penggunaan internet di Indonesia namun lebih terfokus kepada blogger perempuan. Blogger perempuan menurut hemat saya memang banyak, namun mereka lebih banyak menulis tentang kehidupan pribadi mereka, curhat atau menulis puisi-puisi yang romantis, namun bukan tidak banyak juga blogger perempuan yang menulis masalah-masalah sosial kemasyarakatan dan isue-isue kekinian bahkan politik.

Menarik bagi saya mendalami lebih jauh tentang penelitian ini, karena sangat jarang ada penilitian tentang blogger dan secara tidak langsung mencerminkan eksitensi dari blogger yang semakin diakui keberadaannya. Berikut petikan tulisan dari blognya Endah Triastuti tentang peniltian ini.
Baca selengkapnya ‘Perempuan dan Blog’

Popularity: 2%

Lika-liku Seorang Blogger

gmail_to_yahoo

Gagal Login

Ada banyak hal menarik saat pelatihan blogging yang aku lakukan dengan teman-teman dari Komunitas Aceh Blogger terutama saat pelatihan didaerah-daerah. Karena pemanfaatan telknologi internet didaerah masih menjadi hal baru terlebih bagi para pelajar. Maklum target pelatihan ngeblog biasa kami lakukan untuk anak-anak sekolah.

Konsekwensi yang harus kami terima ya itu tadi, mereka ada yang sama sekali belum mengenal internet bahkan ada yang tidak berani menyentuh komputer, padahal didalam undangan jelas-jelas tertulis syaratnya harus memiliki email yang setidaknya sudah femiliar dengan yang namanya komputer.

Namun para warrior blogging tetap pantang meyerah walau harus pusing tujuh keliling. Perjuangan yang dilakukan  kawan-kawan Aceh Blogger dan blogger lain diseluruh persada nusantara patut kita berikan acungan jempol dalam upaya memberantas gagap teknologi (gaptek) terhadap dunia internet.


Baca selengkapnya ‘Lika-liku Seorang Blogger’

Popularity: 3%

Kisah Hidup Penderita HIV dan AIDS

Hentikan AIDS. Jaga Janjinya – Akses Universal dan Hak Asasi Manusia

aids-ribbon

Simbol Pita Merah digunakan secara internasional untuk melambangkan perang terhadap AIDS.

Jika waktu bisa kembali ke masa lalu. Saya ingin sekali melihat terakhir kali wajah ayah saya sebelum meninggal. Dia adalah pahlawan bagi saya. Saya inginmeminta maaf kepadanya. Begitulah ungkapan TPI Boyo, salah seorang pengidap HIV Aids saat ditemui Global kemarin. Seperti juga dengan kondisi orang yangsehat. Boyo, begitu ia akrab disapa, fisiknya masih kelihatan sehat dan bugar. Tapi di balik itu, tersimpan sebuah rahasia Tuhan yang tak bisa ia hindari.

Kematian.

Boyo mengisahkan, sudah hampir lima tahun ini tubuhnya digerogoti virus HIV yang sampai kini belum ada obatnya.”Kalau Tuhan memutar waktu ke belakang, sayaingin melihat ayah saya terakhir kalinya. Tapi, itu tidak mungkin. Saat ini yang bisa saya lakukan adalah bagaimana bisa berbuat baik kepada orang lain,”ucapnya dengan suara yang tegas.
Baca selengkapnya ‘Kisah Hidup Penderita HIV dan AIDS’

Popularity: 7%

Mee Bu Dalam Adat Aceh

Sumber foto: cipugaponsel.blogspot.com

Sumber foto: cipugaponsel.blogspot.com

Upacara mee bu (mengantar nasi) sering juga disebut dengan upacara ba bu. Menurut adat masyarakat Aceh dara baro (pengantin perempuan) yang sudah hamil harus dikunjungi oleh mak tuan (mertua) dari pihak linto baro (pengantin laki-laki) dengan membawa bu kulah, yaitu nasi yang dibungkus dengan daun pisang berbentuk pyramid. Upacara ini dilangsungkan setelah selesai upacara tangkai atau masa umur kandungan 7 bulan sampai 8 bulan.

Untuk upacara ini bahan yang perlu dipersipakan berupa bu kulah dan lauk pauk yang terdiri dari ikan, daging ayam panggang, dan burung yang dipanggang. Bahan-bahan ini dimasukkan kedalam dua buah kateng (katil). Kateng pertama diisi dengan bu kulah dan kateng kedua diisi dengan lauk pauk. Bu leukat (nasi ketan) dan kue-keu masing-masing dimasukkan dalam sebuah talam (baki).

Selain bahan-bahan diatas mertua menyediakan juga sirih setapak (bahan-bahan sirih) pakaian sesalin (satu salin) dan uang alakadarnya. Bahan-bahan ini akan diberikan kepada bidien (bidan) sebagai tanda penyerahan tanggung jawab untuk merawat kelahiran bayi. Bahan-bahan pemberian ini disebut dengan peunulang. Semua bahan peuneulang diisi dalam sebuah baki.


Baca selengkapnya ‘Mee Bu Dalam Adat Aceh’

Popularity: 3%

Ada Apa Dengan Inoeng Aceh

Agam Inong Aceh Feat NaGa

Sumber gambar: piyoh.blogspot.com

Tersentak membaca sebuah note yang ditulis oleh salah seorang oknum inoeng Aceh di Facebook tantang kehidupan Ustad dikampungnya yang hidup mewah dari hasil profesinya sebagai Ustad. Yang membuat hati miris saat membaca kala menjustifikasikan tingkah polah Ustad dikampungya dengan ustad-ustad lain, berikut petikan lengkap dari note tersebut yang menggunakan bahasa campur aduk antara Inggris, Aceh dan Indonesia.

Jeut ke Ustad is the best Job in AceH (sp. now with the Shariah Law), Makin lama makin Kaya, specially Ustad in my kampung MasyaAllah…..He is rich!! started with sebidang tanah Wakaf, now he build 2storey Bungalow House + the land is quadruple the size, oh na kumputer lom tapi bukan untuk anak2 mengaji, untuk anaknya sendiri.
Menye kemeuk Success di Aceh, My Next year Solution is like this:
1. I got 2b Lelaki.
2. But if a women, how? Ok lah… Pakai Tudung, Oh… remember never wear Jean!
3. When Mengaji don’t pronounce it like the Javanese (that is so Wrong) God will never forgive you!
4. Talk more – Do less.
5. Don’t use mosque 4praying but 4Politic meeting n talkin Cow shit.
6. If U wanna have good conversation n get respected always start with “Lon toan” then finish it with $1 Billion for religion purpose.
7. And a lot more.
I Love Atjeh!!!!

Dari tulisan diatas jelas sekali kalau si oknum inoeng tersebut ingin memperlihatkan bahwa profesi/gelar ustad adalah sebuah profesi yang perlu dipertanyakan identitasnya. Sebagaimana kita ketahui menjadi seorang ustad bukanlah sebuah gelar yang diraih secara defackto namaun dia diraih secara dejure dalam artian gelar ini diperoleh bukan melalu jalur formal sebagaimana jabatan politis atau jabatan-jabatan dalam organisasi lain. Pengakuan secara dejure didapatkan atas pengakuan oleh masyarakat atas kelebihanya, tidak semua orang akan mendapatkanya, karena hanya orang-orang terpilih saja dan memiliki kemampuan yang akan mendapatkannya. Berbeda jauh dengan gelar-gelar lain seperti sarjana yang bisa dapatkan dengan mudah (namun bukan berarti menjadi seorang sarjana itu mudah, tapi itu bukanlah hal sulit).
Baca selengkapnya ‘Ada Apa Dengan Inoeng Aceh’

Popularity: 2%