
Tiga orang siswa SMP 2 Blang Pidie, Aceh Barat Daya saat pulang sekolah (foto: Fadli Idris)
Merasa sedih membaca harian Serambi Indonesia edisi 23 Januari 2011 dengan judul “Kepala SMA Samudera Dilaporkan ke Polisi”. Kasus ini berawal dari Marzuki Hasan, Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri Samudra Geudong, Aceh Utara yang menampar salah seorang siswa kelas II bernama Murdani.
Saya yakin Pak Marzuki menampar siswanya pasti ada alasan tersendiri, tidak mungkin beliau akan melakukan hal yang dianggap kekerasan ini bila tidak ada penyebab. Saya lebih melihat tindakan ini merupakan bentuk penerapan disiplin siswa, terlepas dari pemukulan adalah hal yang juga tidak bisa diterima.
Coba kita lihat kembali cerita masa lalu dari orang tua kita bagaimana beliau saat belajar dulu, baik pendidikan formal maupun non formal seperti pengajian di dayah-dayah (pasantren). Bila ada siswa yang melapor kepada orang tuanya dipukuli oleh guru maka orang tua si murid akan kembali memukuli anaknya atau sekurang-kurangnnya memarahinya, karena orang tua murid sadar kalau anaknya melakukan kesalahan bukan malah sebaliknya seperti kasus diatas yanga malah mempolisikan guru-nya. Continue reading ‘Pukul Siswa, Kepsek Dipolisikan’
Popularity: 1%






