Monthly Archive for May, 2010

Franchise For Sale – An Opportunity Or An Embarrassment?

Franchise business is a hotbed of opportunities. While, this fact remains, a businessman who is dynamic, proactive and looking for some adventure in profession and is capable of taking risks may find himself stranded by a franchise that he is running for some time. A franchise, any one for that matter, works on a set successful model of business and is a repetitive in nature. While most franchising companies think that they follow the best practices, it can get to a dynamic entrepreneur’s nerves, more often than not. Whilst may be an option, putting up the franchise for sale is a better option so that one can make more money from it.

Franchises for sale are available everyday. While most of them seem to be restaurant franchises, many other businesses are also seeing the same trend. The reasons may be various, but, the most common reason is that a budding business man has already got bored of it. A businessman when he starts off, tends to take lesser risks, hence goes the franchise way. After a few years, when he learns the ropes of the business and gets more experience in handling the business, the businessman tends to think that he has more to do than running the robotic franchise. Any dynamic businessman would think the same way, and so puts up the franchise for sale. Continue reading ‘Franchise For Sale – An Opportunity Or An Embarrassment?’

Popularity: 2%

Odong-odong Enak Dong

Foto source: tukangsinyal.wordpress.com

Sangat bijak opini Muhammad Firmansyah di harian serambi indonesia edisi 6 mei 2010 dalam menyikapi permasalahan menjamurnya odong-odong di bandar wisata islami Banda Aceh. Win-win solution yang ditawarkan layak mendapatkan pertimbangan pemerintah kota Banda Aceh yang digawangi oleh Ir. Mawardy Nurdin, M.Eng, Sc.

Bisnis masyarakat kelas bawah dengan pengguna jasa bisnis tersebut dari berbagai level strata ekonomi ini sedikit banyak telah memberikan lapangan kerja baru, betapa tidak setiap odong-odong sekurang-kurangnya akan menampung 2 tenaga kerja, satu sebagai supir dan satu kondektur/kernet.

Lain orang lain pula cara pandangnya, ada sebagaian orang melihat kehadiran odong-odong telah menggangu arus lalulintas karena odong-odong berjalan lambat dan bertubuh panjang. Namun hal ini bisa dicegah dengan mengarahkan rute perjalanan odong-odong pada jalan-jalan yang tidak padat dan larangan beroperasi pada saat-saat jam masuk, istirahat dan pulang kantor. Karena kepadatan lalulintas kota Banda Aceh hanya terjadi 3 kali dalam sehari pada waktu-waktu sebagaimana disebutkan diatas.
Continue reading ‘Odong-odong Enak Dong’

Popularity: 3%

Tiga Pilar Pendidikan Nasional

Ada tiga pilar untuk menghadapi tantangan dan kendala dunia pendidikan. Rumusan itu telah dituangkan dalam rencana strategis (Renstra) pendidikan tahun 2005-2009 sebagai suatu kebijakan. Ketiga pilar tersebut adalah;

1. Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan;

Pemerataan dan perluasan akses pendidikan diarahkan pada upaya memperluas daya tampung satuan pendidikan serta memberikan kesempatan yang sama bagi semua peserta didik dari berbagai golongan masyarakat yang berbeda baik secara sosial, ekonomi, gender, lokasi tempat tinggal dan tingkat kemampuan intelektual serta kondisi fisik. Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas penduduk Indonesia untuk dapat belajar sepanjang hayat dalam rangka peningkatan daya saing bangsa di era global, serta meningkatkan peringkat indeks pembangunan manusia (IPM) hingga mencapai posisi sama dengan atau lebih baik dari peringkat IPM sebelum krisis. Untuk itu, sampai dengan tahun 2009 dilakukan upayaupaya sistematis dalam pemerataan dan perluasan pendidikan, dengan mempertahankan APM-SD pada tingkat 95%, memperluas SMP/MTs hingga mencapaiAPK 98,0% serta menurunkan angka buta aksara penduduk usia 15 tahun ke atas hingga 5%.

Penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun memperhatikan pelayanan yang adil dan merata bagi penduduk yang menghadapi hambatan ekonomi dan sosial-budaya (yaitu penduduk miskin, memiliki hambatan geografis, daerah perbatasan, dan daerah terpencil), maupun hambatan atau kelainan fisik, emosi, mental serta intelektual peserta didik. Untuk itu, diperlukan strategi yang lebih efektif antara lain dengan membantu dan mempermudah mereka yang belum bersekolah, putus sekolah, serta lulusan SD/MI/SDLB yang tidak melanjutkan ke SMP/MTs/SMPLB yang masih besar jumlahnya, untuk memperoleh layanan pendidikan. Continue reading ‘Tiga Pilar Pendidikan Nasional’

Popularity: 7%