Monthly Archive for November, 2009

Mee Bu Dalam Adat Aceh

Sumber foto: cipugaponsel.blogspot.com

Sumber foto: cipugaponsel.blogspot.com

Upacara mee bu (mengantar nasi) sering juga disebut dengan upacara ba bu. Menurut adat masyarakat Aceh dara baro (pengantin perempuan) yang sudah hamil harus dikunjungi oleh mak tuan (mertua) dari pihak linto baro (pengantin laki-laki) dengan membawa bu kulah, yaitu nasi yang dibungkus dengan daun pisang berbentuk pyramid. Upacara ini dilangsungkan setelah selesai upacara tangkai atau masa umur kandungan 7 bulan sampai 8 bulan.

Untuk upacara ini bahan yang perlu dipersipakan berupa bu kulah dan lauk pauk yang terdiri dari ikan, daging ayam panggang, dan burung yang dipanggang. Bahan-bahan ini dimasukkan kedalam dua buah kateng (katil). Kateng pertama diisi dengan bu kulah dan kateng kedua diisi dengan lauk pauk. Bu leukat (nasi ketan) dan kue-keu masing-masing dimasukkan dalam sebuah talam (baki).

Selain bahan-bahan diatas mertua menyediakan juga sirih setapak (bahan-bahan sirih) pakaian sesalin (satu salin) dan uang alakadarnya. Bahan-bahan ini akan diberikan kepada bidien (bidan) sebagai tanda penyerahan tanggung jawab untuk merawat kelahiran bayi. Bahan-bahan pemberian ini disebut dengan peunulang. Semua bahan peuneulang diisi dalam sebuah baki.

Continue reading ‘Mee Bu Dalam Adat Aceh’

Popularity: 3%

Ada Apa Dengan Inoeng Aceh

Agam Inong Aceh Feat NaGa

Sumber gambar: piyoh.blogspot.com

Tersentak membaca sebuah note yang ditulis oleh salah seorang oknum inoeng Aceh di Facebook tantang kehidupan Ustad dikampungnya yang hidup mewah dari hasil profesinya sebagai Ustad. Yang membuat hati miris saat membaca kala menjustifikasikan tingkah polah Ustad dikampungya dengan ustad-ustad lain, berikut petikan lengkap dari note tersebut yang menggunakan bahasa campur aduk antara Inggris, Aceh dan Indonesia.

Jeut ke Ustad is the best Job in AceH (sp. now with the Shariah Law), Makin lama makin Kaya, specially Ustad in my kampung MasyaAllah…..He is rich!! started with sebidang tanah Wakaf, now he build 2storey Bungalow House + the land is quadruple the size, oh na kumputer lom tapi bukan untuk anak2 mengaji, untuk anaknya sendiri.
Menye kemeuk Success di Aceh, My Next year Solution is like this:
1. I got 2b Lelaki.
2. But if a women, how? Ok lah… Pakai Tudung, Oh… remember never wear Jean!
3. When Mengaji don’t pronounce it like the Javanese (that is so Wrong) God will never forgive you!
4. Talk more – Do less.
5. Don’t use mosque 4praying but 4Politic meeting n talkin Cow shit.
6. If U wanna have good conversation n get respected always start with “Lon toan” then finish it with $1 Billion for religion purpose.
7. And a lot more.
I Love Atjeh!!!!

Dari tulisan diatas jelas sekali kalau si oknum inoeng tersebut ingin memperlihatkan bahwa profesi/gelar ustad adalah sebuah profesi yang perlu dipertanyakan identitasnya. Sebagaimana kita ketahui menjadi seorang ustad bukanlah sebuah gelar yang diraih secara defackto namaun dia diraih secara dejure dalam artian gelar ini diperoleh bukan melalu jalur formal sebagaimana jabatan politis atau jabatan-jabatan dalam organisasi lain. Pengakuan secara dejure didapatkan atas pengakuan oleh masyarakat atas kelebihanya, tidak semua orang akan mendapatkanya, karena hanya orang-orang terpilih saja dan memiliki kemampuan yang akan mendapatkannya. Berbeda jauh dengan gelar-gelar lain seperti sarjana yang bisa dapatkan dengan mudah (namun bukan berarti menjadi seorang sarjana itu mudah, tapi itu bukanlah hal sulit). Continue reading ‘Ada Apa Dengan Inoeng Aceh’

Popularity: 2%

Belajar MySQL Database

Tampilan dari MySQL administrator tools

Tampilan dari MySQL administrator tools

MySQL adalah sebuah perangkat lunak database (basis data) sistem tebuka yang sangat terkenal dikalangan pengembang sistem database dunia yang di gunakan untuk berbagai aplikasi terutama untuk aplikasi berbasis web. MySQL mempunyai fungsi sebagai SQl (Structured Query Language) yang di miliki sendiri dan telah di perluas. MySQL umumnya digunakan bersamaan dengan PHP untuk membuat aplikasi yang dinamis dan powerful.

Database adalah sebuah struktur yang umumnya dikategorikan dalam 2 hal: Sebuah database flat dan sebuah database relasional. Database relasional lebih disukai karena lebih masuk akal dibandingkan database flat. Nah, MySQL adalah sebuah database relasional.

Pada database yang memiliki struktur relasional meimiliki tabel-tabel yang menyimpan data. Setiap tabel terdiri dari kolom dan baris. Sebuah kolom mendefinisikan jenis informasi apa yang akan disimpan. Diperlukan kolom khusus untuk setiap jenis informasi yang ingin di simpan (misalnya umur, tinggi, berat, alamat). Kalau kolom mendefinisikan jenis informasi apa yang akan disimpan, maka sebuah baris adalah data aktual yang disimpan.

Continue reading ‘Belajar MySQL Database’

Popularity: 34%

Pendapatan VS Beban

fadli_web_idPendapatan menurut ilmu ekonomi merupakan nilai maksimum yang dapat dikonsumsi oleh seseorang  dalam suatu periode dengan mengharapkan keadaan yang  sama  pada akhir periode seperti keadaan semula. Pengertian tersebut menitikberatkan pada total kuantitatif pengeluaran terhadap konsumsi selama satu periode. Dengan kata lain, pendapatan adalah jumlah harta kekayaan awal periode ditambah keseluruhan hasil yang diperoleh selama satu periode, bukan hanya yang dikonsumsi.

Vernon Kam “berpendapat, bahwa pendapatan adalah kenaikan kotor dalam jumlah atau nilai aktiva dan modal, dan biasanya kenaikan tersebut berwujud aliran kas masuk ke unit usaha. Aliran kas masuk ini terjadi terutama akibat penciptaan melalui produksi dan penjualan output perusahaan”.

Dilihat dari sisi ekonomis blog juga merupakan sebuah produk, namun kita perlu membatasinya disini hanya kepada usaha-usaha yang bersifat individual. Artikel disebuah blog merupakan kekayaan intelektual yang berharga dari penulianya. Walau tulisan diblog hanya bersifat opini pribadi, namun blog juga merupakan sebuah karya cipta bernilai.

Continue reading ‘Pendapatan VS Beban’

Popularity: 3%

Shopping online health and cosmetics tools

Appearance is not the primary, but look into things that many people noticed, as
many people say “fall in love at first sight”, this is certainly much influenced by
someone in beauty care.
Many devices are sold cosmetics market, but for those of you who do not have much
time to shop because of busy work, shop online to be the right choice.
Denseness daily activities to make time was not enough even for shopping. Presence
of online services to store in a shopping alternative means of daily needs. But
this need to be considered in terms of security, because so many current Internet
scams.
ShopWiki is one of the online store service that provides a variety of needs. For
cosmetics business you can shop easily and safely at ShopWiki.
It is very interesting from Shopwiki is service, community-based online store that
of course you can buy but you can sell products.
My experience when shopping for medical equipment and beauty in the ShopWiki,
fascinated me with their services. All I need is available at ShopWiki, so I did
not bother to leave the house only for cosmetic berbalanja tool.
I can still look good and confident, but the time I spend very little. My friends
sometimes ask, when I went to the store cosmetics? I just smiled, and explained
what I did to buy the equipment at the health and beauty ShoWiki.
My hearing a lot of friends opening a website ShopWiki directly. A few days ago
they were grateful to me, because ShopWiki has been introduced to them. How about
you, are interested shopping in the ShopWiki?

shopwikiAppearance is not the primary, but look into things that many people noticed, as many people say “fall in love at first sight”, this is certainly much influenced by someone in beauty care.

Many devices are sold cosmetics market, but for those of you who do not have much time to shop because of busy work, shop online to be the right choice.

Denseness daily activities to make time was not enough even for shopping. Presence of online services to store in a shopping alternative means of daily needs. But this need to be considered in terms of security, because so many current Internet scams.

Continue reading ‘Shopping online health and cosmetics tools’

Popularity: 2%

Lembaga Adat Dalam Masyarakat Aceh

Lembaga Adat Dalam Masyarkat Aceh
Issu masyarakat adat menjadi populer secara internasional berawal dari gerakan protes masyarakat asli (native peoples) di Amerika Utara, yang meminta keadilan pembangunan akibat kehadiran sejumlah perusahaan transnasional di bidang pertambangan yang beroperasi di wilayah mereka. Gerakan protes tersebut mendapat respon positif dari Organisasi Buruh Internasional (International  Labour Organitation) pada tahun 1950-an dalam upaya melindungi tenaga kerja. Melalui lembaga ini (ILO), istilah masyarakat adat dipopulerkan dengan sebutan indigenous peoples sebagai issu global di lembaga-lembaga PBB. Pada tahun 1989, ILO memperbaharui Konvesi tentang Perlindungan dan Integrasi Penduduk Asli dan Masyarakat Suku tersebut menjadi Konvensi Nomor 169.  Sekarang, istilah indigenous people semakin resmi penggunaannya dengan lahirnya Deklarasi PBB tentang Hak-hak Masyarakat Adat  (United Nation Declaration on the Rights of Indigenous People) pada tahun 2007.
Di Indonesia, istilah indigenous peoples diterjemahkan dengan “masyarakat adat”, yang pada tahun 1993, disepakati sebagai suatu istilah pengganti sebutan yang beragam.  Selanjutnya, sebagaimana ditetapkan dalam Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) pertama  yang diselenggarakan pada bulan Maret 1999, disepakati bahwa masyarakat adat adalah kelompok masyarakat yang memiliki asal usul leluhur (secara turun temurun) di wilayah geografis tertentu, serta memiliki sistem nilai, ideology, ekonomi, politik, budaya, sosial dan wilayah sendiri.
Dalam Pasal 2 UUPA ditegaskan bahwa Daerah Aceh dibagi atas kabupaten/kota. Kabupaten/kota dibagi atas kecamatan. Kecamatan dibagi atas mukim. Dan, mukim dibagi atas kelurahan dan gampong. Pasal ini menegaskan diakuinya lagi eksistensi mukim sebagai daerah teritori. Selanjutnya, di dalam Pasal 98 UUPA ditegaskan lagi pengakuan terhadap lembag-lembaga adat Aceh, yaitu : Majelis Adat Aceh, Imeum Mukim, Imeum Chik, Keuchik, Tuha Peut, Tuha Lapan, Imeum Meunasah, Kejruen Blang, Panglima Laot, Pawang Glee, Peutua Seunebok, Haria Peukan, dan Syahbanda.
Semua lembaga adat yang disebutkan dalam Pasal 98 UUPA di atas, kecuali Majelis Adat Aceh (MAA), menurut sejarahnya pada masa lalu berada di bawah koordinasi imeum mukim sebagai kepala pemerintahan mukim. Kini, dalam UUPA dinyatakan bahwa lembaga-lembaga adat tersebut berfungsi dan berperan sebagai wahana partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Pemerintahan Aceh dan pemerintahan kabupaten/kota di bidang keamanan, ketentraman, kerukunan, dan ketertiban masyarakat serta untuk penyelesaian masalah sosial kemasyarakatan secara adat.
Masing-masing lembaga adat tersebut menyelenggarakan tugas dan fungsinya sebagai berikut :
1) Imeum Mukim bertindak sebagai  Kepala Pemerintahan Mukim, yang membawahi federasi dari beberapa gampong.
2) Imeum Mesjid atau Imeum Chik adalah figur yang mengepalai urusan syariat dan peribadatan pada tingkat wilayah mukim.
3) Tuha Lapan adalah figur yang terdiri dari tokoh-tokoh warga mukim anggota musyawarah mukim, yang bertugas dan berfungsi memberikan nasehat, saran, pertimbangan, atau pendapat kepada Imeum Mukim dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan mukim. Disebutkan angka lapan, maksudnya sebagai representasi delapan arah mata angin dari suatu daerah yang lebih luas dari gampong.
4) Keuchik (Kepala Desa) adalah  ketua gampong (desa), yang memimpin dan mengetuai segala urusan tata kelola pemerintahan gampong. Ia dipilih secara demokratis menurut vesri masyarakat gampong.
5) Imeum Meunasah/ Teungku Gampong adalah pemimpin dan pembina bidang agama (Islam), yang sekaligus bertindak selaku pemimpin upacara keagamaan di gampong. Ia juga berperan memberikan pertimbangan dan penerapan hukum syariat di gampong.
6) Tuha Peut Gampong adalah  para ureung tuha anggota musyawarah gampong yang  bertugas dan berfungsi memberikan nasehat, saran, pertimbangan, atau pendapat kepada Keuchik dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan gampong. Angka peut (empat) ini pada mulanya merujuk sebagai representasi teritoti dari empat arah mata angin dalam gampong. Namun kemudian, sebutan peut ini tidak hanya ditujukan sebagai perwakilan teritori, melainkan juga representasi personal dalam lembaga tuha peut, yaitu ; tuha, tuho , teupeu, dan teupat.
7) Keujrun Blang adalah ketua adat dalam urusan pengaturan  irigasi, pengairan untuk persawahan, menentukan mulainya musim tanam, membina para petani, dan menyelesaikan sengketa persawahan.
8) Panglima Laot adalah ketua adat yang memimpin urusan bidang penangkapan ikan di laut, membina para nelayan, dan menyelesaikan sengketa laot.
9) Peutua Seuneubok adalah ketua adat yang mengatur tentang pembukaan hutan / perladangan/ perkebunan pada wilayah gunung/ lembah-lembah, dan menyelesaikan sengketa perebutan lahan.
10) Panglima Uteun/Kejruen Glee adalah ketua adat yang memimpin urusan pengelolaan hutan adat, baik kayu maupun non kayu (madu, getah rambung, sarang burung, rotan, damar, dll), meurusa, memungut wasee glee, memberi nasehat/petunjuk pengelolaan hutan, dan menyelesaikan perselisihan dalam pelanggaran hukum adat glee.
11) Syahbandar adalah pejabat adat yang mengatur urusan kepelabuhanan, tambatan kapal/ perahu, lalu lintas angkutan laut, sungai dan danau.
12) Haria Peukan adalah pejabat adat yang mengatur ketertiban, kebersihan pasar dan pengutip retribusi.
Dari semua lembaga adat di atas, kejruen blang, panglima laot, pawang glee, peutua seuneubok, haria peukan, dan syahbanda, dulunya merupakan lembaga-lembaga adat sebagai institusi teknis di bawah koordinasi imeum mukim yang memiliki peran, fungsi dan kewenangan untuk mengatur, mengawasi, dan  mengelola sumber daya alam sebagai hak ulayat mukim.
Keberadaan lembaga-lembaga adat tersebut di suatu mukim tergantung pada letak geografi mukim bersangkutan. Sehingga, bisa jadi, pada suatu mukim ada lembaga adat yang tidak ada pada mukim lainnya. Misalnya, lembaga adat laoet hanya ada pada mukim yang wilayahnya di pesisir laut. Begitu pula lembaga adat hutan hanya ada pada mukim yang memiliki wilayah hutan. Namun ada pula mukim yang memiliki lembaga adat hutan dan juga lembaga adat laut, jika di kemukiman tersebut terdapat wilayah laut dan gunung.
Dengan mencermati pada deskripsi diatas, dalam konteks hari ini dapat dinyatakan bahwa lembaga adat Haria Peukan saat ini merupakan salah satu lembaga adat yang telah mendapat pengakuan kembali dalam tataran juridis formal. Bahkan pengakuan tersebut menjadi semakin kuat dengan disebutkannya di dalam Undang-Undang tentang Pemerintahan Aceh.

AcehIssu masyarakat adat menjadi populer secara internasional berawal dari gerakan protes masyarakat asli (native peoples) di Amerika Utara, yang meminta keadilan pembangunan akibat kehadiran sejumlah perusahaan transnasional di bidang pertambangan yang beroperasi di wilayah mereka.

Gerakan protes tersebut mendapat respon positif dari Organisasi Buruh Internasional (International  Labour Organitation) pada tahun 1950-an dalam upaya melindungi tenaga kerja. Melalui lembaga ini (ILO), istilah masyarakat adat dipopulerkan dengan sebutan indigenous peoples sebagai issu global di lembaga-lembaga PBB.

Pada tahun 1989, ILO memperbaharui Konvesi tentang Perlindungan dan Integrasi Penduduk Asli dan Masyarakat Suku tersebut menjadi Konvensi Nomor 169.  Sekarang, istilah indigenous people semakin resmi penggunaannya dengan lahirnya Deklarasi PBB tentang Hak-hak Masyarakat Adat  (United Nation Declaration on the Rights of Indigenous People) pada tahun 2007.

Di Indonesia, istilah indigenous peoples diterjemahkan dengan “masyarakat adat”, yang pada tahun 1993, disepakati sebagai suatu istilah pengganti sebutan yang beragam.  Selanjutnya, sebagaimana ditetapkan dalam Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) pertama  yang diselenggarakan pada bulan Maret 1999, disepakati bahwa masyarakat adat adalah kelompok masyarakat yang memiliki asal usul leluhur (secara turun temurun) di wilayah geografis tertentu, serta memiliki sistem nilai, ideology, ekonomi, politik, budaya, sosial dan wilayah sendiri.

Di Aceh sebagai mana tertuang dalam Pasal 2 UUPA ditegaskan bahwa Daerah Aceh dibagi atas kabupaten/kota. Kabupaten/kota dibagi atas kecamatan. Kecamatan dibagi atas mukim. Dan, mukim dibagi atas kelurahan dan gampong. Pasal ini menegaskan diakuinya lagi eksistensi mukim sebagai daerah teritori.

Selanjutnya, di dalam Pasal 98 UUPA ditegaskan lagi pengakuan terhadap lembag-lembaga adat Aceh, yaitu : Majelis Adat Aceh, Imeum Mukim, Imeum Chik, Keuchik, Tuha Peut, Tuha Lapan, Imeum Meunasah, Kejruen Blang, Panglima Laot, Pawang Glee, Peutua Seunebok, Haria Peukan, dan Syahbanda. Continue reading ‘Lembaga Adat Dalam Masyarakat Aceh’

Popularity: 2%

Google Translate Semakin Canggih

gsSemalam baca-baca blog dalam bahasa Inggris dengan kata-kata banyak tak aku pahami, seperti biasa google menajdi sahabat terbaik di dunia maya saat ini dengan beragam layanannya. Sekian lama sudah menggunakan layanan terjemahan gratis dari si mbah dengan beberapa kali modifikasi, namun kali ini terlihat perubahan sangat signifikan.

Penggunaan java sangat kentara terasa saat text dimasukkan ditext box. Google secara otomatis tanpa perlu menekan tombol terjemah langsung menerjemahkan untuk kita, hal ini tentunya sangat menghemat waktu. Pemberian contoh penggunaan kalimat juga sangat membantu bagi yang bahasa inggrisnya pas-pasan seperti saya ini. Disamping isi kamusnya juga semakin kaya.

Kalau berbicara masalah grammar (tata bahasa) ini yang saya tak pahami, mungkin perlu ahli linguistic yang menilainya karena saya tidak memiliki kapasitasnya. Tata bahasa memang sangat penting namun bagi penggunaan sehari-hari untuk sekedar memahami sebuah artikel dari bahasa Inggris, Google translate menajdi pilihat yang tepat. Continue reading ‘Google Translate Semakin Canggih’

Popularity: 2%

Jak U Blang Pidie

IMG_2930Melanjutkan cerita pada tulisan sebelumnya akan saya mulai dengan perjalanan dari Geumpang ke Blang Pidie, Aceh Barat Daya. Setelah aksi narsisme dengan dengan penjual pisang goreng, perjalanan dilanjutkan kembali. Rute Geumpang – Meulaboh ternyata jalanannya lebih extrim lagi. Jalan yang sempit tanpa pembatas yang dihimpit perbukitan dan jurang membuat hati was-was dan terasa sangat lama sampainya. Hal ini diperparah lagi dengan hujan dan kabut tebal yang hanya bisa di tembus mata telanjang dengan jarak 10 meter.

Dengan kecepatan lambat tapi pasti kami habiskan senja dijalanan sebelum mengisi bensin di kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat. Setelah isi bensin kami coba menghubungi blogger Meulaboh, Citra Rahman untuk menanyakan rekomndasi tempat makan malam. Setelah berbicara panjang lebar Citra menawarkan ayam penyek sebagai menu makan malam. Dalam hati saya menggurutu “ngapain jauh-jauh ke Meulaboh kalau hanya makan ayam penyek, di Banda Aceh juga ada”, saya menanyakan apakah tidak ada makanan special di Meulaboh? Namun karena malan, untuk mencari makanan special tentunya susah. ya… maklumlah.

Continue reading ‘Jak U Blang Pidie’

Popularity: 2%

Tangse dan Geumpang yang Indah

Rimbunan hutan menemani hampir sepanjang perjalanan ditambah hujan deras dan jalan yang sempit plus dihimpit oleh bukit rawan longsor dan jurang yang terjal  membuat hati sedikit gundah diperjalanan.  Namun semua ini dipatahkan oleh semangat yang kuat untuk saling berbagi, melakukan transfer ilmu pengetahuan kepada teman-teman lain. Perjalanan ini dilakukan dalam rangka pelatihan menulis, blogging dan perkenalan situs acehpedia.org di Kabupten Aceh Barat Daya.
Berangkat dari Banda Aceh jam ± 11.00  pada hari Juma’t, singgah di Sare untuk shalat Zuhur dan makan siang dilanjutkan menuju Beureunun. Sesampai di Sigli menyempatkan diri untuk beli Ranub Mameh (sirih manis) kesukaan Adikcilak. Tak lama disana langsung tanjap gas karena Tengku Muda sudah menunggu lama di Lamloe dengan salah satu blogger wilayah Tangse, Pak Syukri.
Namun perjalanan ini terpaksa dihentikan sebentar di Beureuenun untuk membeli keperluan perbaikan kecil kendaraan, Tanpa berlama-lama perjalanan dilanjutkan menuju Lamloe untuk menjemput Tengku Muda dan memperbaiki kaca spion yang rusak. Mobil yang dirental ternyata tidak sesuai harapan, kaca spion rusak, AC tidak berjalan dan yang paling parah tidak ada radionya. Sungguk menyiksa melakukan perjalanan jauh tanpa ditemani musik. Oh donya…..
Selesai perbaiki kaca spion dan diskusi sedikit dengam Pak Syukri, tancap gas menuju kota selanjutnya. Hamparan sawah sepanjang perjalan dari Lamlo-Keumala-Tangse membuat saya tercengang. Belum pernah saya lihat hamparan sawah yang beitu luas dikiri-kanan jalan sebelumnya, sungguh pemandangan yang luar biasa bagi saya.
Sesampai di Tangse kami sempat berhenti sebentar untuk mengambil foto dengan latar hamparan sawah yang luas dan perbukitan mehimpitnya, awan biru dan sungai menambah keindahan Tangse dilihat dari atas bukit. Kami sempat berandai-anda untuk mendirikan villa disana apabila bisnis kami berjalan lancar. Ada juga kelakar dari teman-teman yang ditujukan kepada saya untuk mencari calon pedamping hidup dari Tangse, untuk hal ini memang dari jauh-jauh hari sudah dipikirkan, ada rekomendasi? hahaha.
20 Menit lebih sudah berjalan namun masih saja ingin berlama-lama, tapi waktu yang mepet terpaksa kami tinggal pemandangan yang baitu indah menuju kota selanjutnya Geumpang. Namun dasar menusia yang tidak bisa melihat hal-hal baru, ditengah perjalanan kami kembali berhenti untuk sekedar mencoba jembatan tali. Jembatan tali terletak antara 2 pinngir sungai yang digunakan penduduk setempat untuk menyebrang.
Kami mencoba menaikinya sambil foto-foto. Dasar kawan-kawan usil, selagi saya naik mereka mengayun-ayun dengan kencang membuat saya hampir manangis ketakutan, meraka tertawa lepas senang melihat penderitaan saya. Setelah puas menaiki jembatan tali, perjalananpun dilanjutkan. Geumpang menajadi termapt singgah berikutnya untuk shalat Ashar.
Setelah selesai shalat kami mencari makanan ringan untuk membunuh suntuk dan rasa pahit dimulut. Pas dipen mesjid ada gadis  yang menjual pisang goreng, tanpa buang-buang waktu kami mulai melahap pisang goreng ditengah-tengah hutan dengan cuaca hujab rintik-rintik, sungguh enak.  Perjalanan masih panjang, tunggu kelanjutan artkel ini.
Ranuh Mameh Sigli

Ranuh Mameh Sigli

Rimbunan hutan menemani hampir sepanjang perjalanan ditambah hujan deras dan jalan yang sempit plus dihimpit oleh bukit rawan longsor dan jurang yang terjal  membuat hati sedikit gundah diperjalanan.  Namun semua ini dipatahkan oleh semangat yang kuat untuk saling berbagi, melakukan transfer ilmu pengetahuan kepada teman-teman lain. Perjalanan ini dilakukan dalam rangka pelatihan menulis, blogging dan perkenalan situs acehpedia.org di Kabupten Aceh Barat Daya.

Berangkat dari Banda Aceh jam ± 11.00  pada hari Juma’t, singgah di Sare untuk shalat Zuhur dan makan siang dilanjutkan menuju Beureunun. Sesampai di Sigli menyempatkan diri untuk beli Ranub Mameh (sirih manis) kesukaan Adikcilak. Tak lama disana langsung tanjap gas karena Tengku Muda sudah menunggu lama di Lamloe dengan salah satu blogger wilayah Tangse, Pak Syukri.

Namun perjalanan ini terpaksa dihentikan sebentar di Beureuenun untuk membeli keperluan perbaikan kecil kendaraan, Tanpa berlama-lama perjalanan dilanjutkan menuju Lamloe untuk menjemput Tengku Muda dan memperbaiki kaca spion yang rusak. Mobil yang dirental ternyata tidak sesuai harapan, kaca spion rusak, AC tidak berjalan dan yang paling parah tidak ada radionya. Sungguk menyiksa melakukan perjalanan jauh tanpa ditemani musik. Oh donya….. Continue reading ‘Tangse dan Geumpang yang Indah’

Popularity: 8%