Monthly Archive for March, 2009

Loen saket!, Na kame ubat Neuk?


Bilah-bilah papan tak rapat, saban hujan, plastik hitam berdebu tak mampu menahan rintik mengguyur tubuh layu itu. Dingin pegunungan Gleu Pucok, Kecamatan Geumpang, Pidie, disergapnya hanya dengan sehelai kain. Sejak empat tahun silam, hanya sehelai sarung menutup tubuhnya.

Di atas dipan berukuran 3×3 meter, Nyak Rahsia, 62 tahun, menghabiskan sisa usia. Segala rutinitas dilakoni di sembilan baris papan, dari makan hingga ‘buang air.’ Hanya selembar tikar alasnya merebahkan badan dan kepala ditindih di bantal kumuh ‘telanjang’. 

Di rumah reot, persis kaki bukit, di ujung jalan setapak Desa Pulolhoih ia menanti belas kasih. Rufdat, salah seorang family jauhnya meminjamkan dapur rumahnya untuk ditinggali Nyak Rahsia. Bahkan, memberinya makan. 

Sejak empat tahun silam, sebelah tubuhnya tak lagi berfungsi. Sementara lengang dan pungungnya, nyaris tak disisakan jamur. Sejak sulit bergerak, Nyak Rahsia tak lagi bekerja. Sebelumnya, apapun dikerjakannya demi sesuap nasi. 

Continue reading ‘Loen saket!, Na kame ubat Neuk?’

Popularity: 6%

Kurang Sehat

Judul diatas merupakan status saya selama 4 hari di Yahoo Messenger dan status tersebut telah menggugah hati beberapa kawan Aceh Blogger untuk menjenguk. Awal mula saya mendapatkan sebuah sms menananyak kabar, tapi sms tersebut tidak terbaca oleh saya, tak lama kemudian handphone berdering pertanda ada yang memanggil dari sebelah ingin bicara. Saya angkat telpon dan ternyata Fauzan salah satu pentolan Aceh Blogger menanyakan keadaan saya dan posisi, setelah pembicaraan singkat pembicaraanpun terputus dengan mendapatkan 1 poin. Setelah sambungan telpon terputus baru saya sadar ada sms yang masuk, saya coba lihat, ternyata sms dari Fauzan menanyakan hal yang sama via voice.

Continue reading ‘Kurang Sehat’

Popularity: 7%

Emas Krueng Sabe Mulai Berkurang

Hari-hari belakangan ini aktifitas mendulang emas dari bongkahan batu di Gunong Ujeun, Krueng Sabe Aceh Jaya mulai sedikit berkurang aktifitasnya, hal ini disebabkan oleh semakin berkurangnya deposit emas yang terkandung disetiap bongkahan batu yang digali oleh masyarakat disana. Bila sebelumnya setiap karung kecil batu bisa menghasilkan 3 gram emas murni, tapi akhir-akhir ini adakalanya hanya menghasilkan 0.5 gram.

Tempat pengolahan batu menjadi emas juga semakin kurang intensitas beroprasinya, Menurut salah satu pemilikinya mereka mengalami kerugian apabila emas yang duhasilkan tidak mencapai target. Batu yang dibeli dari para penambang sekarang kadar emasnya sudah sangat kurang. Harga satu karung batu Rp. 200.000 ditambah biaya pengolahan Rp. 200.000 bila hanya menghasilkan emas 0,5 gram dengan harga jual emas yang berkisar 300.000 per gram sehingga usaha mereka mengalami rugi.

Continue reading ‘Emas Krueng Sabe Mulai Berkurang’

Popularity: 100%

Eh, Muslim Rohingya Dilupakan lagi?

 

Masih ingat etnik Rohingya? Manusia perahu yang terdampar di perairan Aceh, kemudian diselamatkan oleh nelayan kita, 193 orang di Sabang dan 220 di Idi, bahkan 22 lainya tewas dan dibuang ke laut ketika masih terkatung-katung di laut. Sedih bukan?

Saya harap Anda masih mengingatnya!

Rohingya etnik di negara Burma. Namun, tahun 1989 Burma berubah nama menjadi Myanmar dan Rohigya pun tak terdaftar sebagai etnik di negaranya.  Dari 137 etnik yang diakui di Myanmar, muslim Rohingya tak pernah mendapatkan pengakuan sebagai warga dalam sebuah negara.

Dalam kasus ini, Etnis Rohingya disebut sebagai Stateless and Forgotten People (warga tanpa kewarganegaraan dan dilupakan) oleh kalangan aktivis.

Manusia perahu bukan pilihan

Terusir dari negerinya dan menjadi manusia perahu (boat people) bukan pilihan. Sekitar 1200 warga Rohingya meninggalkan Myanmar pada bulan Desember 2008 menuju Thailand. Rahmat, salah seorang warga Myanmar yang sedikit fasih berbahasa Melayu, mengatakan umumnya mereka beragama Islam yang sebelumnya bekerja di Thailand. “Namun oleh Pemerintah Thailand, tanpa alasan yang jelas kami dikumpulkan dan dibawa ke sebuah pulau. Selanjutnya kami dihanyutkan dengan perahu yang rata-rata berukuran 20×5 meter,” sebutnya.

Continue reading ‘Eh, Muslim Rohingya Dilupakan lagi?’

Popularity: 8%

Aceh Blogger BUKAN Pecahan Aceh Forum

Saya tersentak mendengar komentar salah satu petinggi dari Aceh Forum Community (AFC) yang mengatakan “Aceh Blogger itu orang-orang pecahan dari AFC”, informasi tersebut memang bukan langsung saya dengar sendiri tapi perkataan itu sampai juga ketelinga saya, ini suatu hal yang menyayat hati saya. Melalui tulisan ini saya ingin memperjelas duduk permasalahannya.

Awal pendirian Aceh Blogger adalah gagasan beberapa orang member dari AFC disalah satu topik diskusi diforum tersebut, saya tidak memungkiri bahwa Aceh blogger lahir dari diskusi di AFC. AFC dan Aceh Blogger sangatlah berbeda dari segi keanggotaan dimana AFC terikat akan aturan dimana setiap saat tulisan kita bisa saja di delate sesuka hati oleh para petingginya (Admin/Moderator) sedangkan Aceh Blogger isi dari postingan diblognya adalah tanggung jawab dari siempunya blog dan admin tidak akan bisa mendeletenya. Aceb Blogger adalah sebuah aggregate dari blog anggota yang telah mendaftar secara suka rela. Tujuan anggretate ini sendiri ingin mengumpulkan semua blogger Aceh yang tersebar diseantero dunia sehingga bila ingin mencari blog aneuk nanggroe tinggal mengunjungi Aceh Blogger saja.

Anggota Aceh Blogger sendiri bukan merupakan anggota dari AFC, jadi kami sangat keberatan apabila dikatakan “ACEH BLOGGER PECAHAN DARI ACEH FORUM” mohon kepada pihak-pihak yang sudah mengelurakan statemen ini untuk kiranya bisa berpikir lebih jauh sebelum mengeluarkan sebuah statement. Saya memang masih terdaftar sebagai member di AFC dan juga pernah menjadi salah satu moderator disana, tapi akibat pertimbangan beberapa hal saat ini saya tidak aktif lagi di AFC. Dapat saya perjelas disini masalah saya tidak aktif lagi di AFC jangan dikait-kaitkan dengan Aceh Blogger, karena Aceh Blogger adalah Aceh Blogger dan AFC adalah AFC. Kita sama-sama punya tujuan ingin memajukan Aceh dengan cara masing-masing, tapi mohon untuk tidak manjatuhkan satu sama lain dan yang lebih menyakitkan hal itu disampaikan dibelakang, kenapa saat saya berada ditempat hal itu tidak disampaikan?

Popularity: 84%

Akupun Jadi Caleg

Pemilu Legislatif 2009 tinggal menghitung hari saja, hari pencontrengan menjadi hari libur nasional pada Kamis, 9 April 2009. Kampanye secara terbuka memang belum dimulai tapi suhu politik sudah terasa memanas akhir-akhir ini, bendera partai, baliho, spanduk dan umbul-umbul beterbaran di seantero nusantara mulai dari kota sampai pelosok desa, inikah yang dinamakan pesta demokrasi 5 tahun sekali?. ntahlah

Jumlam partai politik peserta pemilu yang begitu banyak membuat saya bingung sendiri memilih partai dan caleg mana yang akan saya contreng nantinya di dalam bilik suara yang meneurut slogannya “Langsung, Umum Bebas dan Rahasia” itu. Hal ini lebih parah lagi khususnya di Aceh yang memiliki 6 partai lokal sebagaimana amanat Mou Helsinki 15 Agustus 2005 dan telah diatur dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh yang lebih dikenal dengan UUPA.

Continue reading ‘Akupun Jadi Caleg’

Popularity: 6%

Aku dan Keponakan Ku

Hari-hari yang kulalui kadang menyenangkan tapi tak jarang pula sangat menyebalkan. Rutinitas kerja yang kadang-kadang menoton membuat kreatifitas berkurang sehingga ide-ide sulit tersalurkan membuat aku kadang-kadang merasa jenuh dan rasanya ingin berteriak sekeras-kerasnya biar orang tahu bahwa hatiku sedang berontak, Yah… itu semua kadang-kadang.

Aktifitas kantor yang begitu padat membuat aku sering lupa makan siang, tugas yang menumpuk sering membuat aku bingung mau menyelesaikan yang mana terlebih dulu, aku memang tidak bisa menentuka skala prioritas, itu salah satu kelemahanku yang aku lihat dari hasil evaluasi staff dikantor tempat aku mecari sesuap nasi, segenggam berlian. ha..ha

Selesai jam kantor aku sering tidak langsung pulang kerumah tapi keluar minum kopi dengan teman-teman dari komunitas, hal ini lebih disebabkan faktor pria lajang yang tinggal di kos-kosan. Ya aku memang pria lajang yang jomblo lagi kata teman-teman, tapi aku gak peduli akan hal itu karena aku merasa happy dengan statusku saat ini walau sekali-kali kesunyian juga menyelimuti.

Continue reading ‘Aku dan Keponakan Ku’

Popularity: 5%

Entrepreneur Muda Aceh

Salah satu jenis usaha entrepreneur muda Aceh

Salah satu jenis usaha entrepreneur muda Aceh

Aceh pasca tsunami dan konflik berkepanjangan kini mulai berbenah diri dari segala segi. Roda ekonomi kembali berdenyut ditandai dengan bermunculan berbagai jenis bisnis baru baik besar atau kecil yang tentunya memberikan efek secara langsung terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi Aceh secara keseluruhan. Tidak dapat kita pungkiri bahwa kehadiran lembaga-lembaga internesinal pasca tsunami telah mendatang uang yang berlimpah ke Aceh ditamnbah lagi pembentukan BRR dan disusul BRA yang tentunya juga mendatang rupiah yang tak sedikit ke bumi Serambi Mekkah.

Pemuda-pemudi Aceh yang bekerja sekian lama pada lembaga-lembaga internasional di Aceh dengan gaji besar tentunya telah memikirkan jauh-jauh hari apabila suatu saat lembaga-lembaga tersebut sudah angkat kaki dari bumi nanggroe yang tentunya semakin sulit untuk mencari kerja, hal ini telah terbukti saat ini dimana hanya beberapa lembaga besar saja yang masih tinggal di Aceh. Hal ini tentunya berdampak luas terhadap angka penganguran di Aceh ditambah lagi kembalinya pemuda-pemudi Aceh dari luar negeri yang disebabkan tidak diperpanjangnya masa tinggal di negeri jiran bagi masyarakat Aceh pemegang kartu tsunami.

Continue reading ‘Entrepreneur Muda Aceh’

Popularity: 7%