Archive for the 'Nanggroe' Category

Page 3 of 3

Kanduri Maulid dalam Masyarakat Aceh

Pelaksanaan kanduri Maulid (kenduri maulid) pada masyarakat Aceh terkait erat dengan peringatan hari kelahirang Pang Ulee (penghulu alam) Nabi Muhammad SAW, untusan Allah SWT yang terakhir pembawa dan penyebar ajaran agama Islam. Kenduri ini sering pula disebut kenduri Pang Ulee. 

Masyarakat Aveh sebagai penganut Islam melaksanakan kenduri maulid setiap bulan Rabiul Awal, Rabiul Akhir dan Jumadil Awal. Kenduri maulid yang dilaksanakan pada bulan Rabiul Awal disebut maulod awai (maulid awal) dimulai dari tanggal 12 Rabiul Awal sampai akhir bulan Rabiul Awal. Sedangkan kenduri maulid yang dilaksanakan pada bulan Rabiul Akhir desebut maulod teungoh (maulid tengah) dimulai dari 1 bulan Rabiul Akhir sampai berkahirnya bulan. Selanjutnya, kenduri maulid pada bulan Jumadil Awal disebut maoule akhe (maulid akhir) dan dilaksanakan sepanjang bulan Jumadil Akhir.

Pelaksanaan kanduri maulid berdasarkan tiga bulan diatas, mempunyai tujuan supaya warga masyarakat dapat melaksanakan kenduri secara keseluruhan dan merata. Maksud apabila pada bulan Rabiul Awal warga belum bisa melaksanakan kenduri, pada bulan Rabiul Akhir belum juga mampu, maka masih ada kesempatan pada bulan Jumadil Awal. Umumnya seluruh masyarakat  mengadakan kenduri maulid hanya waktu pelaksanaannya saja yang berbeda-beda, tergantung kemampuan masyarakat.
Baca selengkapnya ‘Kanduri Maulid dalam Masyarakat Aceh’

Popularity: 19%

Beberapa peusijuk dalam adat Aceh

Berikut ini merupakan beberapa peusijuk yang lazim dilakukan dalam keseharian masyarakat Aceh. Tapi saat ini adat tersebut banyak yang tidak dilakukan lagi terutama diderah perkotaan seperti Banda Aceh.

1. Peusijuk Meulangga

Apabila terjadi perselisihan di antara penduduk. misalnya antara si A dan B ataupun antara penduduk gampong/desa A dengan penduduk gampong/desa B serta perselisihan ini mengakibatkan keluar darah, maka setelah diadakan perdamaian dilakukan peusijuk. Peusijuk ini sering disebut dengan peusijuk meulangga. Pada upacara ini juga sering diberikan uang, yang disebut sayam yang jumlahnya menurut kesepakatan. Apabila perselisihan terjadi seperti tersebut diatas, tetapi tidak mengeluarkan darah, misalnya perkelahian, perdamaian dan upacara peusijuk dilakukan juga tetapi tidak diberikan uang.


Baca selengkapnya ‘Beberapa peusijuk dalam adat Aceh’

Popularity: 11%

  • Halaman 3 dari 3
  • <
  • 1
  • 2
  • 3