Meugang dalam tradisi masyarakat Aceh adalah meyembelih beratus bahkan ribuan ribu ekor lembu, kambing atau karbau bahkan ayam dan bebek dikorbankan. Tradisi turun temurun ini dilaksanakan 3 kali setahun pada awal Ramadhan, Indul Fitri dan Idul Adha. Tradisi ini dilakukan satu hari menjelang hari menyambut Ramdhan dan perayaan Idul Fitri serta Idul Adha.
Ada anggapan menarik dalam tradisi ini dimana apabila seorang manantu tidak membawa pulang daging meugang kerumah mertua maka menantu tersebut dianggap lemah dan sang pemuda malang tersebut akan merasa sangat malu. Namun hal ini hanya berlaku apabila sang menantu masih menetap di rumah mertua, akan lain halnya apabila sudah memiliki rumah sendiri, membawa pulang daging meugang bukanlah suatu kewajiban yang akan memalukan bila tidak dilaksanakan. Continue reading ‘Meugang, Suatu Tradisi Masyarakat Aceh’
Popularity: 2%




Apabila terjadi perselisihan di antara penduduk. misalnya antara si A dan B ataupun antara penduduk gampong/desa A dengan penduduk gampong/desa B serta perselisihan ini mengakibatkan keluar darah, maka setelah diadakan perdamaian dilakukan peusijuk. Peusijuk ini sering disebut dengan peusijuk meulangga. Pada upacara ini juga sering diberikan uang, yang disebut sayam yang jumlahnya menurut kesepakatan. Apabila perselisihan terjadi seperti tersebut diatas, tetapi tidak mengeluarkan darah, misalnya perkelahian, perdamaian dan upacara peusijuk dilakukan juga tetapi tidak diberikan uang.


