Archive for the 'Dari Teman' Category

Misteri Matematik

rpiarchives.wordpress.com

Mungkin hal ini sudah banyak yang tahu, tapi tak apalah saya posting diblog yang tak seberapa ini, terlebih saya lagi malas menulis kecuali tulisan yang menghasilkan uang seperti review produk. Kesibukan rutinitas sehari-hari mungkin menjadi penyebabnya. Semoga tulisan yang saya copy paste dengan semena-mena ini bisa berguna bagi pengunjung setia (juka ada) blog ini.

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10 = 1111111111

9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888

98765432 x 9 + 0 = 888888888
Baca selengkapnya ‘Misteri Matematik’

Popularity: 3%

Kerbau Pak Ali yang Manis

Pasar Hewan Gandapura

Tulisan ini hasil copy paste dari blognya Darlina New yang diposting pada 23 Juli 2004, namun seumber aslinya milik Acehkita.com. Saya coba mencari disumber asal namun sudah tidak ada lagi karena webnya sudah berganti, jadi sang penulis tidak diketahuai. Bagi saya tulisan ini sangat menarik dimana 2 pihak yang bertikai dalam konflik Aceh saling gencatan senjata untuk mencari se-ekor karbau milik pak Ali, walau hanya sesaat, namun perlu kita garis bahawahi bahwa sanya konflik besar mungkin bisa diselesaikan dari hal yang kecil, namun unsur kepentingan politik dan ekonomi segelintir elit sering menjadi penghambat.

Rakyat kecil mengharapkan damai, karena mereka memang tidak ada kepentingan dengan konflik, lihat saat ini setelah perang berkepanjangan selama 32 tahun lebih dengan iming kesejateraaan bagi selurug rakyat Aceh apa yang kita dapatkan? Segelintir orang memang mendapatkan kemakmuran dari perdamaian ini, namun itu tidak mewakili seluruh rakyat Aceh. Celakanya lagi, mereka yang dulu konon katanya berjuang untuk memberi keadilan bagi masyarakat Aceh kini malah sebaliknya, rebutan proyek pada dinas-dinas menjadi lahan bisnis baru.
Baca selengkapnya ‘Kerbau Pak Ali yang Manis’

Popularity: 2%

Gender Dalam Perspektif Islam dan Nilai Budaya Masyarakat Aceh

Artikel lama yang sudah pernah dipublish di sebuah blog, namun gara-gara blog tersebut malas diurus maka dipindahkan kesini saja, blog lama juga sudah dihapus. Artikel ini sendiri merupakan materi saat mengikuti training Gender Mainstreaming (pengarus utamaan gender) yang dilaksanakan oleh Aceh Peace Resource Center (APRC).

Sangat menarik bagi saya yang baru pertama kali mengitu training ini kerana dapat mematahkan semua pemahaman saya selama ini tentang isue gender yang selalu dibicarakan oleh kaum perempuan. Dalam perspeksi saya yang awam menggangap isu gender hanyalah sebuah perjuangan kaum perempuan yang ingin mendapatkan hak sama dengan kaum adam. untuk jelas nya apa sih isue gender silahkan membaca artikel berikut ini yang ditulis oleh Prof. Dr. Syahrial Abbas. Semoga nada tidak bosan membaca sampai habis artikel ini yang lumayan panjang. :p

Gender Dalam Perspektif Islam dan Nilai Budaya Masyarakat Aceh
Oleh : Prof. Dr. Syahrizal Abbas.

Pendahuluan

Salah satu isu yang paling hangat dibicarakan akhir-akhir ini adalah masalah gender. Masalah ini merebak kepermukaan sebagai wacana aktual dalam kerangka pemikiran Islam. Perbedaan laki-laki dan perempuan masih menyimpan sisi-sisi problematis baik dari segi substansi kejadian maupun peran yang diemban dalam masyarakat.Perbedaan anatomi biologis antara keduanya cukup jelas. Akan tetapi efek yang timbul akibat perbedaan itu menimbulkan perdebatan, karena ternyata perbedaan jenis kelamin secara biologis (seks) telah melahirkan seperangkat konsep budaya. Interpretasi budaya terhadap perbedaan jenis kelamin inilah yang disebut gender. Perbedaan secara biologis antara laki-laki dan perempuan mempunyai nilai implementatif di dalam kehidupan budaya. Persepsi sebagian masyarakat menunjukkan bahwa jenis kelamin akan menentukan peran seseorang yang akan diemban dalam masyarakat. Jenis kelamin telah dijadikan sebagai atribut gender yang senantiasa digunakan untuk menentukan relasi gender, seperti pembagian fungsi, peran dan status di dalam masyarakat. Penentuan seperti ini telah melahirkan bias gender yang merugikan perempuan.
Baca selengkapnya ‘Gender Dalam Perspektif Islam dan Nilai Budaya Masyarakat Aceh’

Popularity: 3%

Download Isi Buku Membongkar Gurita Cikeas

Membongkar Gurita Cikeas sebuah buku yang ditulis oleh George Junus Aditjondro. Judul lengkapnya: Membongkar Gurita Cikeas, di Balik Kasus Bank Century. Dilaunching hari Rabu (23/12) di Yogya lagi hangat-hangatnya dibicarakan baik melalui media konvensional ataupun online. Saya juga tertarik dengan buku ini, ada apa sebenarnya, kenapa begitu heboh buku ini lebih heboh dari Laskar Pelangi sekalipun.

Sebagai orang yang tinggal di ujung pulau sumatra tentu akan menjadi manusia pada tahap-tahap akhir bisa membaca buku-buku yang laris manis dipasaran, untung internet kadang bisa membantu, namun, saat ini tidak untuk buku Membongkar Gurita Cikeas, ya mungkin baru pra lauching sudah heboh tentu akan menjadi barang sulit untuk mencarinya.
Baca selengkapnya ‘Download Isi Buku Membongkar Gurita Cikeas’

Popularity: 15%

Lingkungan Aceh Antara Asa dan Harapan

BERBICARA masalah lingkungan tentunya tidak lepas dari Sumber Daya Alam (SDA), sebagai salah satu IMG_6698contohnya yang secara langsung berhubungan erat dengan perkembangan dan pertumbuhan daerah terhadap infrastruktur dalam mendukung pembangunan daerah.

Kali ini, tim ekspedisi ABC Regional I Banda Aceh dan Aceh Besar (Tim X-ABC I) melakukan penjelajahan dengan tema lingkungan yang bertujuan untuk mencari tahu sejauh mana pengrekrutan SDA yang dijadikan aset dalam pembangunan serta mencari tempat-tempat wisata yang masih terpelihara dan jauh dari pandangan publik.

Ekspedisi yang berlangsung pada hari minggu (2/8) memang sedikit beda seperti apa yang telah dilakukan oleh tim X-ABC III Bireuen bulan Juli 2009 yang lalu, kali ini tim X-ABC I bergerak tanpa dibantu oleh guide (pemandu), berhubungan para tim yang ikut serta sudah mengetahui beberapa titik poin yang akan dikunjungi untuk melihat secara langsung dari apa yang terjadi di lapangan.


Baca selengkapnya ‘Lingkungan Aceh Antara Asa dan Harapan’

Popularity: 30%

  • Halaman 1 dari 2
  • 1
  • 2
  • >