BERBICARA masalah lingkungan tentunya tidak lepas dari Sumber Daya Alam (SDA), sebagai salah satu
contohnya yang secara langsung berhubungan erat dengan perkembangan dan pertumbuhan daerah terhadap infrastruktur dalam mendukung pembangunan daerah.
Kali ini, tim ekspedisi ABC Regional I Banda Aceh dan Aceh Besar (Tim X-ABC I) melakukan penjelajahan dengan tema lingkungan yang bertujuan untuk mencari tahu sejauh mana pengrekrutan SDA yang dijadikan aset dalam pembangunan serta mencari tempat-tempat wisata yang masih terpelihara dan jauh dari pandangan publik.
Ekspedisi yang berlangsung pada hari minggu (2/8) memang sedikit beda seperti apa yang telah dilakukan oleh tim X-ABC III Bireuen bulan Juli 2009 yang lalu, kali ini tim X-ABC I bergerak tanpa dibantu oleh guide (pemandu), berhubungan para tim yang ikut serta sudah mengetahui beberapa titik poin yang akan dikunjungi untuk melihat secara langsung dari apa yang terjadi di lapangan.
Baca selengkapnya ‘Lingkungan Aceh Antara Asa dan Harapan’
Popularity: 30%

Wagub Aceh sekaligus ketua panitia PKA 5 bersalaman dengan Bupati Aceh Tengah pada malam penutupan PKA 5
Peukan Keubayaan Aceh (PKA) 5 yang merupakan hajatan budaya 4 tahunan di negeri yang menerapkan hukum Syariah konon katanya menghabiskan dana miliaran rupiah ini menyedot pengunjung ratusan ribu setiap harinya. Sejatinya sebuah even budaya skala internasional menampilkan secara keseluruhan budaya Aceh baik permainan rakyat atau tarian-tarian dan lainya.
Berbarengan dengan PKA 5 yang juga diadakan pameran yang menurut panitia pelaksana berskala internasional juga dengan tema “Aceh International Expo” ini ditempat berbeda namun berdekatan. Even ini menyedot perhatian hampir seluruh masyarakat Aceh ditambah lagi publikasi media yang sangat kentara saban hari pada media lokal.
Penyelenggaraan PKA tentulah dimaksudkan sebagai upaya melestarikan kekayaan budaya Aceh dan menjadikannya spirit berperi-kehidupan dalam suatu hubungan universal umat manusia. Orisinalitas kultur keAcehan diakui mengandung sifat humanisme dan bermuara pada maujud sosial yang amat dinamis. Itulah akar kekuatan Aceh sehingga pada ruang dan waktu manapun ia memiliki eksistensi sosial amat kuat dalam rasionalitas egalitarian.
Baca selengkapnya ‘Catatan Dari Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) 5′
Popularity: 31%
Perang Aceh adalah perang Kesultanan Aceh melawan Belanda dimulai pada 1873 hingga 1904. Kesultanan Aceh
menyerah pada 1904, tapi perlawanan rakyat Aceh dengan perang gerilya terus berlanjut.
Pada tanggal 26 Maret 1873 Belanda menyatakan perang kepada Aceh, dan mulai melepaskan tembakan meriam ke daratan Aceh dari kapal perang Citadel van Antwerpen. Pada 8 April 1873, Belanda mendarat di Pantai Ceureumen di bawah pimpinan Johan Harmen Rudolf Köhler, dan langsung bisa menguasai Masjid Raya Baiturrahman. Köhler saat itu membawa 3.198 tentara. Sebanyak 168 di antaranya para perwira (wikipedia bahasa indonesia).
Berikut ini adalah surat pernyataan perang pemerintah Hindia Belanda terhadap Kerajaan Aceh.
PROCLAMATIE
De Gouverneur-General van Nederlandsch-Indie, Opperbevelhebber der land en zeemagt van Zijne Majesteit den Koning der Nederlanden beooten de Kaap de Goede Hoop.
Baca selengkapnya ‘Surat Pernyataan Perang Pemerintah Hindia Belanda Terhadap Kerajaan Aceh’
Popularity: 33%
Postingan ini bukan tulisan saya, saya hanya sekedar ingin berbagi, kerena artikel ini menarik buat saya. Saya coba share diblog ini semoga berguna.
Balai Laksamana Amirul Harb
Menurut Qanun Meukuta Alam (Konstitusi Negara/Undang-undang Kerajaan Atjeh), di antara lembaga-lembaga negara tertinggi terdapat Balai Laksamana Amirul Harb (Departemen Pertahanan), dan pejabat tinggi yang memimpinnya bergelar Orangkaya Laksamana Wazirul Harb (Menteri Pertahanan) yang mengepalai Angkatan Darat dan Angkatan Laut.
Qanun selanjutnya menyebutkan gelar-gelar perwira pada Balai Laksamana, yaitu:
- Seri Bentara Laksamana
- Tandil Amirul Harb
- Tandil Kawal Laksamana
- Budjang Kawal Bentara Sijasah
- Budjang Laksamana
- Tandil Bentara Semasat
- Budjang Bentara Sidik
- Tandil Radja
- Budjang Radja
- Magat Seukawat
- Budjang Akijana; dan
- Tandil Gapounara Sijasah
Baca selengkapnya ‘Struktur Militer Angkatan Perang Kerajaan Atjeh’
Popularity: 33%
Gara-gara membidani lahirnya Wikipedia berbahasa Aceh, ia sempat tak lulus matakuliah. Ini upaya anak muda melestarikan bahasa Aceh di jagat maya. Dan, Wikipedia berbahasa Aceh pun tinggal selangkah lagi.
DI awal tahun 2008, Muhammad Nabil Berri punya kesibukan baru. Saban hari ia menyambangi warung internet usai jam kuliah. Ia tak melahap situs berita atau jejaring sosial yang digandrungi kawula muda. Selama berjam-jam ia betah memelototi monitor komputer di warnet untuk memperbarui laman web yang baru dibuatnya.
Saat itu, Nabil baru saja membuat halaman Wiki dalam bahasa Aceh. Ia mengajukan proposal kepada Wikimedia Foundation untuk menyediakan halaman khusus bagi pengembangan bahasa dan budaya Aceh di situs ensiklopedi daring (online), Wikipedia. Wikipedia merupakan ensiklopedia daring yang digemari warga dunia.Keinginan Nabil untuk membidani lahirnya Wikipedia dalam bahasa Aceh, terinspirasi dari Wikipedia dalam sejumlah daerah. Sebut saja misalnya, ada Wikipedia dalam bahasa Jawa, Sunda, dan Banyumasan.
Baca selengkapnya ‘Ayo, Menulis di Wiki Aceh!’
Popularity: 34%