Archive for the 'Catatan' Category

Page 8 of 10

Akupun Jadi Caleg

Pemilu Legislatif 2009 tinggal menghitung hari saja, hari pencontrengan menjadi hari libur nasional pada Kamis, 9 April 2009. Kampanye secara terbuka memang belum dimulai tapi suhu politik sudah terasa memanas akhir-akhir ini, bendera partai, baliho, spanduk dan umbul-umbul beterbaran di seantero nusantara mulai dari kota sampai pelosok desa, inikah yang dinamakan pesta demokrasi 5 tahun sekali?. ntahlah

Jumlam partai politik peserta pemilu yang begitu banyak membuat saya bingung sendiri memilih partai dan caleg mana yang akan saya contreng nantinya di dalam bilik suara yang meneurut slogannya “Langsung, Umum Bebas dan Rahasia” itu. Hal ini lebih parah lagi khususnya di Aceh yang memiliki 6 partai lokal sebagaimana amanat Mou Helsinki 15 Agustus 2005 dan telah diatur dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh yang lebih dikenal dengan UUPA.

Continue reading ‘Akupun Jadi Caleg’

Popularity: 6%

Aku dan Keponakan Ku

Hari-hari yang kulalui kadang menyenangkan tapi tak jarang pula sangat menyebalkan. Rutinitas kerja yang kadang-kadang menoton membuat kreatifitas berkurang sehingga ide-ide sulit tersalurkan membuat aku kadang-kadang merasa jenuh dan rasanya ingin berteriak sekeras-kerasnya biar orang tahu bahwa hatiku sedang berontak, Yah… itu semua kadang-kadang.

Aktifitas kantor yang begitu padat membuat aku sering lupa makan siang, tugas yang menumpuk sering membuat aku bingung mau menyelesaikan yang mana terlebih dulu, aku memang tidak bisa menentuka skala prioritas, itu salah satu kelemahanku yang aku lihat dari hasil evaluasi staff dikantor tempat aku mecari sesuap nasi, segenggam berlian. ha..ha

Selesai jam kantor aku sering tidak langsung pulang kerumah tapi keluar minum kopi dengan teman-teman dari komunitas, hal ini lebih disebabkan faktor pria lajang yang tinggal di kos-kosan. Ya aku memang pria lajang yang jomblo lagi kata teman-teman, tapi aku gak peduli akan hal itu karena aku merasa happy dengan statusku saat ini walau sekali-kali kesunyian juga menyelimuti.

Continue reading ‘Aku dan Keponakan Ku’

Popularity: 5%

Entrepreneur Muda Aceh

Salah satu jenis usaha entrepreneur muda Aceh

Salah satu jenis usaha entrepreneur muda Aceh

Aceh pasca tsunami dan konflik berkepanjangan kini mulai berbenah diri dari segala segi. Roda ekonomi kembali berdenyut ditandai dengan bermunculan berbagai jenis bisnis baru baik besar atau kecil yang tentunya memberikan efek secara langsung terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi Aceh secara keseluruhan. Tidak dapat kita pungkiri bahwa kehadiran lembaga-lembaga internesinal pasca tsunami telah mendatang uang yang berlimpah ke Aceh ditamnbah lagi pembentukan BRR dan disusul BRA yang tentunya juga mendatang rupiah yang tak sedikit ke bumi Serambi Mekkah.

Pemuda-pemudi Aceh yang bekerja sekian lama pada lembaga-lembaga internasional di Aceh dengan gaji besar tentunya telah memikirkan jauh-jauh hari apabila suatu saat lembaga-lembaga tersebut sudah angkat kaki dari bumi nanggroe yang tentunya semakin sulit untuk mencari kerja, hal ini telah terbukti saat ini dimana hanya beberapa lembaga besar saja yang masih tinggal di Aceh. Hal ini tentunya berdampak luas terhadap angka penganguran di Aceh ditambah lagi kembalinya pemuda-pemudi Aceh dari luar negeri yang disebabkan tidak diperpanjangnya masa tinggal di negeri jiran bagi masyarakat Aceh pemegang kartu tsunami.

Continue reading ‘Entrepreneur Muda Aceh’

Popularity: 7%

Review Buku “Aceh Pungo”

Cover Buku Aceh Pungo Source: Fauzan    Cover Buku “Aceh Pungo” Source: Fauzan

 ”Bagimana kalau pemerintah Aceh melalui UUPA melakukan investasi di luar negeri dengan membeli salah satu klub sepak bola liga inggris seperti Menchester City seharga 200 juta poundsterling (Rp. 3,4 triliun)” 

Kutipan diatas merupakan ide yang menurut penulisnya gila, tapi menurut saya ini ide brilian, bagaimana tidak, dana APBA tahun 2008 8,5 triliun diperkirakan akan tersisa 5 triliun rupiah yang tentunya harus dikembalikan ke kas negara. Daripada mengembalikan alangkah baikanya beli saja salah satu klub sepak bola liga inggris tersebut yang tentunya akan membawa pamor bagi Aceh yang juga akan mencitrakan Aceh lebih baik ke mata internasional. 

Didalam bukunya penulis banyak melakukan kritik yang menusuk tapi sopan dengan perumpamaan-perumpaman logis dan mudah dicerna. Budaya Aceh kesehariaan sangat menonjol ditampilakn, mulai hal kecil sampai dengan politik tingkat atas. Saya sendiri setelah membaca buku ini baru sadar begitu banyak budaya-budaya aceh yang telah ditinggalkan oleh masyarakatnya termasuk saya.

Continue reading ‘Review Buku “Aceh Pungo”’

Popularity: 12%

Hand Over Assistance to Rohingya Refugees

Prosesi serah terima bantuan

Prosesi serah terima bantuan

Sabtu, 21 Februari 2009 jam 12.15 WNAD proses belanja selesai dengan dilanjutkan dengan mengantar bantuan menggunakan becak mesin dua trip, proses mengantar barang membutuhkan waktu lebih kurang 30 menit karena letak tempat kami berbelanja dengan lokasi kamp hanya berpaut 1 KM. Setelah barang bantuan sampai semua kami harus menunggu lagi karena para pengungsi sedang melaksanakan shalat Zuhur, kami sengaja menunggu mereka selesai melaksanakan shalat dan doa bersama.

Selesai mereka shalat panitia memanggil beberapa orang pungungsi untuk menyaksikan proses serah terima bantuan masyarakat Aceh yang dikumpulkan oleh Aceh Blogger Community, Aceh Linux Activist (KPLI-Aceh) dan turut dibantu oleh kawan-kawan dari Komunitas Teknologi Informasi, Akademi Manajeman Informatika dan Komputer Indonesia (KTI-AMIKI). Kami lagi-lagi harus menunggu karena ketua panitia yang sekaligus camat Idi Rayeuk sedang menelpon, lama kami menunggu pak camat tak selesai juga menelpon, mungkin ada bisnis penting, entahlah.

Koordinator lapangan yang berada ditempat beberapa kali memberitahukan kepada pak camat akan hal ini, tapi tak pak camat hanya mengangkat tangan saja tanda isyarat tunggu sebentar. Untuk ketiga kali korlap memanggil pak camat yang akhirnya dari mulut pak camat keluar kata-kata diwakilkan saja. Ah dalam hati saya kenapa tidak ngomong dari tadi…., Tanpa menunggu lama saya pun mengangkat satu kardus biskuit unibis yang telah ditempel kertas bertuliskan “Bantuan Masyarakat Aceh Melalui Aceh Blogger Dan KPLI Aceh”. Saya dan korlap berjabat tangan sebagai pertanda serah terima bantuan selesai dilaksanakan yang turut di abadikan oleh Idrus dan relawan dari CMC dan PCC.

Continue reading ‘Hand Over Assistance to Rohingya Refugees’

Popularity: 9%

Road to Idi Reyuek

Uang yang telah dihitung dan dirapikan siap untuk bertransaksi

Sore tepat 20 Februari kemarin, sekitar jam 18.15 menjelang magrib, saya dan Idrus berdua meninggalkan kota Banda Aceh menuju Idi Rayeuk, Aceh Timur dengan satu tujuan mendistribusikan bantuan dari masyarakat Aceh yang dikumpulkan oleh kawan-kawan Aceh Blogger Community (ABC) dan Aceh Linux Activist (KPLI-Aceh) dalam aksi turun kejalan selama 3 hari. Perjalanan ini sendiri menggunakan sepeda motor dengan jarak tempuh 350 KM lebih dan memakan waktu 9 jam dengan kecepatan rata-rata 80KM/Jam.

Perjalanan dimalam hari sempat membuat saya sedikit was-was selama perjalanan, Bagimana tidak kondisi keamanan sedikit rawan menjelang pemilu 2009 di Aceh. Kami Shalat Magrib di sekitar Indrapuri, walau sedikit telat tapi InsyaAllah kewajiban terlaksana juga. Setelah Shalat perjalan kami lanjutkan dan mengisi bensin di Saree. Dengan kecepatan rendah kami lanjutkan perjalanan untuk makan malam dan Shalat Insya di Saree tapi pada lokasi yang berbeda yaitu di kawasan gajah kata orang-orang.

Rute ketiga yang kami tempuh lumayan jauh, dari Saree baru berhenti sebentar di Beureuenun untuk beli sarung tangan gara-gara kedinginan yang tak tertahankan. Tak lama kami di Beureunun lansung tancap gas dan transit di Matang Glumpang Dua sambil menikmati segelas teh hangat. perjalanan kami lanjutkan walau terasa tak sanggup lagi, mata terasa perih karena kaca penutup helm harus dibuka agar jalanan tampak jelas, hal ini juga mempengaruhi laju kecepatan kami, belum lagi binatang kecil yang berterbangan disepanjang jalan. Berat memang perjalanan malam hari, tapi semangat kami tak kendur untuk segera bertemu dengan saudara-saudara kami.
Continue reading ‘Road to Idi Reyuek’

Popularity: 9%

Hari ke Dua di Jalanan

Aksi yang kami lakukan memasuki hari kedua, tanpa rasa pamrih kami terus bergerak disudut persimpangan jalan dan terkapar kelelahan dibawah terik matahari sore hari. Itu semua tak membuat kami menyerah, kami akan terus melangkah demi nilai-nilai kemanusian, membantu kaum lemah, membantu mereka yang terusir dari tanah kelahirannya. Cuma satu tekat menyelamatkan kaum rohingya yang di zolimi juta militer Myanmar.

Kami memang sedikit, tapi kami peduli

Awal pagi menjalankan rutinitas seperti biasa, ke kantor mencari sesuap nasi segengam berlian, he..he. Tapi hari ini aku khawatir tidak bisa melakukan aksi di jalanan bersaing dengan pengemis dipersimpangan jalan karena ada agenda kantor yang harus aku ikuti. Aku pasrah….. Pagi terlewatkan, siangpun tiba, setelah selesai menyelesaikan setting beberapa keperluan untuk agenda kantor waktu istirahat telah tiba, aku teringat akan kawan-kawan di jalanan yang berpeluh, tanpa pikir panjang lansung saja tancap gas ke simpang 5 Banda Aceh.

Continue reading ‘Hari ke Dua di Jalanan’

Popularity: 5%

Kita Tau, Tapi Diam…

Ya…… kita semua tahu bahwa sebuah penderitaan yang dirasakan oleh kaum tertindas, kaum teranianya, kaum tak bernegara.., mereka terusir dari negara mereka dari tanah kelahiranya. Hak-hak beragama secara bebas, hak politik, bahkan hak untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik juga dirampas oleh kekuasan negara, sungguh sebuah negara yang dipimpin oleh orang-orang tak berprikemanusian.

Mereka meninggalkan negeri sendiri tempat dilahirkan, tanah dimana meraka dibesarkan hanya demi kehidupan yang jauh dari penindasan yang tak tertahankan. Mereka mengarungi samudra yang tak berbatas dengan perahu saadanya, memasuki negara orang lain tanpa ijin, meraka ditangkap dengan tuduhan pendatang illegal, mereka ditempatkan disebuah pulau terpencil, disiksa, dipekerjakan tanpa upah bahkan tanpa diberikan makan yang cukup. Lalu mereka kembali dibuang kelaut dengan perahu kecil yang dipenuhi oleh ratusan manusia, tanpa mesin, tanpa bekal makanan yang cukup.

Continue reading ‘Kita Tau, Tapi Diam…’

Popularity: 5%

On the way to Pulo Aceh

Jam 14.00 WND boat yang aku tumpangi menghidupkan mesin pertanda akan segera berangkat menuju Pulo Aceh-Aceh Besar. Memang benar apa adanya sesaat setelah mesin dihidupkan awak boat sibuk dengan pekerjaannya masing-masing yaitu menarik tali temali yang masih terlilit dibadan boat dan dermaga kayu yang sederhana. Tak sampai 10 menit boatpun perlahan mulai bergerak ditandai dengan suara gemuruh air dari baling-baling boat tepat berada dibawah tempat duduk aku.

Continue reading ‘On the way to Pulo Aceh’

Popularity: 5%

Palestina VS Myanmar (Rohingya)

Sebuah dilema dimasyarakat Aceh saat ini, mengumpulkan bantuan untuk Gaza/Palestina begitu gencar dilakukan oleh ormas Islam dan lembaga-lembaga kemahasiswaan di jalan-jalan di seantaro Aceh. Hal ini tentunya tidak ada salahnya, dan merupakan hal yang sangat wajar dilakukan, tapi kebanyakan para aktifis yang mengumpulkan dana tersebut saya melihatnya mereka melakukanya ada udang dibalik batu bukan semata kerena dorongan nilai-nilai kemanusian. 

Serambi Indonesia sebuah koran lokal saban hari menerbitkan berita tentang penyerahan bantuan untuk Palestina dari berbagai organisasi. Saya melihat ada pemutar balikan fakta disini yang dilakukan oleh organisasi yang mengumpulkan dana dari masyarakat melalui kotak amal yang tersebar disetiap persimpangan didalam kota. Saya melihat organisasi yang meyerahkan bantuanya ke harian Serambi Indonesia dengan harapan publikasi tentunya selalu mengatasnamakan bantuanya dari organisai tersebut, padahal seharunya hal itu tidak dilakukan, selayaknya dana yang terkumpul dari masyarakat pada saat diserahkan kemanapun harus membawa nama masyarakat, bukan malah membawa nama organisasi masing-masing. Permasalahan diatas sebenara nya bukan hal yang ingin saya ceritakan disini kawan…
Pengungsi suku Ruhingya Myanmar (photo Detik.com)

Pengungsi suku Rohingya yang terdampar di Sabang 7 Januari 2009 (photo : detik.com)

Masih ingat dengan kasus terdamparnya 190 manusia perahu asal suku Rohingya di Sabang pada 7 Januari lalu? Itu sudah hampir sebulan lalu kawan, mungkin sudah kawan lupakan, karena tidak penting. Tapi ada yang terbaru lagi kawan, saat tulisan ini ditulis baru saja terjadi yaitu 198 manusia perahu dari suku muslim Rohingya kembali ditemukan oleh nelayan Idi Aceh Timur (baca ini). Menurut info dari kawan-kawan wartawan kelompok ini sama dengan kelompok yang ditemukan di Sabang pada 7 Januari lalu, secara kebetulan mereka beda perahu. 

Continue reading ‘Palestina VS Myanmar (Rohingya)’

Popularity: 8%

Cerita suka-suka

Kawan… minggu ini benar-benar menjadi menyebalkan sekali, walau tetap harus dijalani ya inilah hidup, ada senang ada susah itulah hidup. Disini kawan, aku cuma mau nulis tapi tak tau aku harus menulis apa. Menyebalkan..ya memang sangat menyebalkan.  Dimulai dengan senin yang selalu saja sibuk dengan rutinitas pekerjaan, permasalahan-permasalahan klasik selalu saja ada, mulai dari koneksi internet yang lelet, print server ngadat, habis tinta… dan lain-lainlah. huh……..

Perjuangan minggu ini memang tak lama cuma 3 hari saja, karena kamis aku akan mengambil cuti selama 2 hari, dan berencana liburan ke tempat kawan di sebuah pulo di ujung sumatra atau tepatnya pulo Aceh, oh…. hari….hari yang menyenangkan akan tiba. Aku membayangkan tidur dipinggir pantai ditemani oleh deburan suara ombak, sungguh indah kawan. Aku bermimpi betemu bidadari yang turun dari langait, berjalan berdua dipantai yang indah tanpa ada yang menggangu termasuk WH. ha…ha, itu sih mimpi.

Yah…. aku masih harus kerja di hari rabu sebelum liburan di hari kamis, segala sesuatu telah mulai aku persiapkan, mulai dari membawa baju-baju kotor ke tukang cuci, menyiapkan GPS, camera buat adventure tripnya sampai mencuci tenda yang akan aku bawa. Tak lupa juga aku mecari peta pulo Aceh di internet tap i sayang belum aku jumpai sampai saat ini, demi mencari peta Pulo Aceh aku rela membongkar hardisk laptop yang telah rusak, demi sebuah peta. Tapi kawan keberuntungan belum berpihak ternyata, laptop yang rencana mau diambil hardisk nya ternyata tak bisa aku buka gara-gara perkara kecil saja, yah… aku gak punya obek nya. ha…ha

Continue reading ‘Cerita suka-suka’

Popularity: 3%

Lhok Mee Krueng Raya Aceh Besar

Cuma mau berbagi photo2 waktu melakukan bakar ikan disuatu bukit yang saya sendiri baru pertama kali kesana, saya juga tidak tahu persis apa nama tempatnya. Tapi satu hal yang menjadi catatan saya yaitu begitu indah alam Nanggrroe geutanyo tapi sayang belum dikelola dengan maksimal untuk dijadikan objek wisata. Semoga pemda Aceh kedepan tidak hanya melakukan pembangunan insfrastruktur pada sektor-sektor tertentu saja, tapi lebih luas lagi seperti sektor pariwisata yang tentunya akan dirasakan lansung manfaatnya oleh masyarakat luas. Semoga….

Continue reading ‘Lhok Mee Krueng Raya Aceh Besar’

Popularity: 5%