Selasa menjadi hari keramaian (peukan) di kecamatan Gandapura, banyak masyarakat yang berbelanja pada hari tersebut namun bukan berarti hari-hari lain masyarakat tidak kepasar. Hari peukan menjadi suatu tradisi di sebagian daerah, misalnya kecamatan Sawang hari peukan diadakan pada hari Rabu, Nisam hari kamis dan lainya.
Hiruk pikuk pasar pada hari peukan yang menjual berbagai macam kebutuhan masyarakat ini pula yang mendorong banyaknya pembeli pada hari tersebut. Masyarakat pedalaman biasanya akan turun berbelanja pada hari peukan untuk kebutuhan selama satu minggu sampai hari peukan selanjutnya.
Nyoe keubeu endok, yum jih 14 juta 800 ribu rupiah, lon peubloe karena peureule peng. Keubeu nyo biasa jih dipakek untuk menundoek di glee untuk peutren-peutren kaye. kata Hasan pada saya.
Macam-macam kebutuhan yang dijual di hari peukan antara lain, ikan asin, baju, sepeda, sepeda motor bekas, bumbu dapur sampai hewan ternak (kambing, biri-biri, kerbau dan lembu).
Baca selengkapnya ‘Transaksi Bisnis di Pasar Lembu Gandapura’
Popularity: 32%
Bola matanya nanar, menatap dari balik jendela kamar berdiamer 3×3 itu. Di atas dipan yang mengeluarkan bau pesing, gadis yang kaki dan badanya mengecil ini, hidup serba memprihatinkan. Dia hanya bisa membolak-balikan badanya, seolah mengharap iba.
21 tahun lalu, menjelang magrib, Muhammad Dehan, pulang dari mengembala ternak dan memotong rumput. Pria yang kini berusia 64 tahun itu, mendapati Nurjannah, putri pertamanya, kejang-kejang. menjelang siang, rumahnya didatangi petugas kesehatan dan menyuntikkan vaksin tetanus ke tubuh Nurjanah.
“Waktu itu usia Nurjannah masih empat bulan, dia kejang-kejang sampai dua hari dua malam, kami tidak punya biaya membawanya ke dokter,” kata warga Desa Lamtimpeung, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar itu, Selasa, 30 Juni 2009.
Baca selengkapnya ‘Derita Putri Pengembala’
Popularity: 31%
Bahasa adalah penggunaan kode yang merupakan gabungan fonem sehingga membentuk kata dengan aturan sintaks untuk membentuk kalimat yang memiliki arti. Bahasa memiliki berbagai definisi diantaranya yaitu; satu peralatan yang digunakan untuk menyampaikan konsep riil mereka ke dalam pikiran orang lain atau satu sistem untuk mewakili benda, tindakan, gagasan dan keadaan, dan masih banyak lagi. Bahsa Acèh (Bahasa Aceh) merupakan bagian dari Keluarga Bahasa Malayo-Polinesia yang umunya digunakan oleh masyarakat pesisir pantai barat dan timur Aceh mulai dari Aceh Barat sampai Aceh Timur .
Sebagai salah satu bahasa daerah di nusantara bahsa Acèh mengalami nasib yang sama dimana semakin hari semakin ditinggalkan penggunaannya oleh generasi muda. Pemuda sekarang merasa malu bila berbicara dalam bahsa Acèh apalagi keinginan untuk mempelajarinya sangatlah kurang, namun demikian bukan tidak ada yang peduli. Hal ini bisa dilihat dari beberapa generasi muda Aceh baik yang bermukim di Aceh atau sedang menuntut ilmu di luar negeri bahkan yang sudah menjadi warga negara lain yang coba mempopulerkan bahsa Acèh terutama secara daring (online) melalui media wikipedia.
Baca selengkapnya ‘Menduniakan Bahasa Aceh Lewat Wikipedia’
Popularity: 31%
Lama sudah kita bersama layaknya orang pacaran, kita seharusnya sudah menikah dan membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah warrahmah. Hubungan ini dimulai akhir tahun 2001 silam dan sampai kini kita tetap bersama walau sudah ganti no gara-gara tsunami dan tambah no untuk layanan lain. Macam orang pacaran aja, gak ada hubungannya tau. Tulisan ini akan mengisahkan tentang sejarah no/simcard simpati nusantara yang saya pakai saat ini. Anda punya sejarahnya juga? ayo dituliskan.
Sedikit berbagi pengalam pada awal-awal menggunakan teknologi baru yang bernama handphone atau HaPe bahasa gaulnya. Pada akhir 2001 silam saya membelikan sabuah HaPe Nokia 8300 dimana pada saat itu HaPe tersebut merupakan seri yang lumayan canggih. SIM Card yang tertanam didalamnya Simpati Nusantara dari Telkomsel yang saya beli dengan harga Rp. 200.000,- dan telah tersisi Rp. 100.000,- pulsa pada saat itu, mahal benar memang kalau kita bandingkan dengan sekarang dimana harga kartu perdana sekarang cuma Rp. 10.000,- (kalau gak salah, karena gak pernah beli sih).
HaPe tersebut sekarang sudah tidak ada lagi, pada 26 Desember 2004 silam dia telah pergi untuk selama-lamanya bersama dengan no/sim card didalamnya dan aku tak tau dimana kuburanya, sungguh sedih. halah macam kehilangan anggota keluarga aja, itu khan cuma HaPe. :p
Baca selengkapnya ‘No Simpati Nusantara – Telkomsel Dalam Kenangan’
Popularity: 49%
Published on
May 26, 2009 in
Catatan.
Tulisan dibawah ini merupaka hasil copy paste (tabiat malas) dari websitenya Telkomsel Community, Semoga bermanfaat. Kira-kira kalau mau ikutan nulis nantinya cocoknya apa ya, sepertinya nulis tentang telkomsel flash mantap ini sesuai dengan koneksi telkomsel flash yang juga mantap. Oh ya banner di blog ini kok gede amat logo telkomselnya, mungkin kawan-kawan bertanya apa blog ini sudah mendapatkan sponsor dari telkomsel? oh…… tidak, tidak sama sekali.
Saya rela menempelkan baner tersebut semata-mata sebagai bentuk apresiasi saya terhadap layanan Telkomsel terutama Simpati dan dan Flash nya. dengan Simpati saya bisa menjalin silaturrahmi dan Flash membuat saya online 24 jam 7 hari seminggu dan blog ini tetap bisa diupdate walau berada didaerah terpencil sekalipun seperti Pulo Aceh.
Melalui tulisan ini saya secara pribadi juga ingin mengucapkan SELAMAT ULANG TAHUN yang ke 14 untuk TELKOMSEL dengan harapan jaringan 3g/HSDPA semakin luas jangkaunya, Semoga…..
——————————————– mulai copy paste ————————————————
Dear All Para Bloggers!
Untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Telkomsel yang ke-14, Telkomsel Blogger Community bersama “Blogger-Sumut” dan “Aceh-Blogger” bekerjasama mengadakan “Lomba nge-Blog HUT Telkomsel 14 Tahun“.
Banner Lomba Merah Putih
Judul ataupun Tema :
Tema posting dan area liputan bebas, namun posting yang mengarah pada tema:
Popularity: 32%