Namanya T. Shahibul Amnar. Usianya masih 16 tahun. Usia di mana remaja-remaja seusianya sedang menikmati masa-masa belajarnya di sekolah. Namun tidak demikian dengan Shahibul. Ia kini harus terbaring di kasur kamarnya.
Dokter mendiagnosanya Motor Neuron Disease. Suatu penyakit di mana keempat anggota geraknya lumpuh. Ia pun kini menjadi sangat kurus.
Kedua orang tuanya hanyalah pegawai kecil sehingga tidak mampu untuk membiayai pengobatannya dengan sempurna. Sebelumnya Shahibul sudah pernah dirawat di RSUD Zainal Abidin Banda Aceh, namun karena ketiadaan biaya kedua orang tuanya memutuskan untuk membawanya pulang.
Sungguh berat musibah yang dialami oleh kedua orang tuanya. Sebelumnya adik Shahibul, T. Muntahar yang masih bersekolah di SMP, menderita Leukemia. Ia pun sempat dirawat di RSUD Zainal Abidin. Namun, lagi-lagi karena ketiadaan biaya, ia pun dibawa pulang oleh kedua orang tuanya dan akhirnya ia pun dipanggil kembali oleh Allah swt.
Baca selengkapnya ‘Shahibul Membutuhkan Uluran Tangan Anda’
Popularity: 2%

koinkeadilan.com (Wahyu “Mas Gembol” Aditya-KDRI)
Masih ingatkah Anda dengan Prita Mulyasari? Seorang ibu rumah tangga yang terjerat pelanggaran Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan pencemaran nama baik.
Wanita 32 tahun ini didakwa telah mencemarkan nama baik dua dokter Rumah Sakit Omni Internasional, Grace Hilda Yar Nel Nela dan Henki Gozal dengan mengirimkan surat elektronik (email) ke 20 alamat email temannya. Dalam surat tersebut Prita mengeluhkan pelayanan yang diberikan RS Omni Internasional. Dalam waktu singkat email itu beredar luas di sejumlah milis dan blog. Surat itu pun terbaca manajemen RS Omni Internasional. Atas keluhan Prita, rumah sakit di kawasan Alam Sutera itu kemudian menyeret Prita ke jalur hukum dengan tuduhan pencemaran nama baik.
Baca selengkapnya ‘Koin Keadilan Untuk Prita’
Popularity: 2%
Hentikan AIDS. Jaga Janjinya – Akses Universal dan Hak Asasi Manusia

Simbol Pita Merah digunakan secara internasional untuk melambangkan perang terhadap AIDS.
Jika waktu bisa kembali ke masa lalu. Saya ingin sekali melihat terakhir kali wajah ayah saya sebelum meninggal. Dia adalah pahlawan bagi saya. Saya inginmeminta maaf kepadanya. Begitulah ungkapan TPI Boyo, salah seorang pengidap HIV Aids saat ditemui Global kemarin. Seperti juga dengan kondisi orang yangsehat. Boyo, begitu ia akrab disapa, fisiknya masih kelihatan sehat dan bugar. Tapi di balik itu, tersimpan sebuah rahasia Tuhan yang tak bisa ia hindari.
Kematian.
Boyo mengisahkan, sudah hampir lima tahun ini tubuhnya digerogoti virus HIV yang sampai kini belum ada obatnya.”Kalau Tuhan memutar waktu ke belakang, sayaingin melihat ayah saya terakhir kalinya. Tapi, itu tidak mungkin. Saat ini yang bisa saya lakukan adalah bagaimana bisa berbuat baik kepada orang lain,”ucapnya dengan suara yang tegas.
Baca selengkapnya ‘Kisah Hidup Penderita HIV dan AIDS’
Popularity: 7%

Husnul Zafirah terbaring lemas di ruang isolasi RSUZA Banda Aceh
Tangan kecil itu tak henti-hentinya menggaruk kepalanya yang luka. Darah bercampur nanah keluar tanpa henti. Malah, beberapa belatung kecil seukuran ujung korek api ikut keluar dari tempurung kepala dan telinga gadis kecil yang malang itu.
Husnul Zafirah, bocah warga Gampong Bangkeh, Kecamatan Geumpang, Pidie, sejak sepekan terakhir menderita penyakit aneh. Berawal dari demam yang sangat tinggi kemudian muncul benjolan-benjolan hitam disekujur tubuhnya yang mengeluarkan darah dan nanah jika digaruk.
Jarang sekali putri ke empat Nurlela ini suhu badannya panas. Kalau pun demam, seperti setahun yang lalu, Husnul masih mampu ke sekolah
“Sekarang demamnya tinggi sekali dan tumbuh benjolan hitam,” ungkap wanita yang harus menjadi penopang hidup keluarganya sejak sang suami hilang pada masa konflik delapan tahun silam. Melihat kondisi buah hatinya yang semakin kritis, sang bunda, Nurlela, langsung membawanya ke Puskesmas Geumpang. “Sehari Husnul dirawat disana, setelah itu dirujuk ke Rumah Sakit Sigli,” ungkapnya. Berbekal kartu Askeskin, wanita itu langsung membawa anaknya ke RSU Sigli pada Selasa (20/10).
Baca selengkapnya ‘Husnul Terbaring di Ruang Isolasi’
Popularity: 10%