Artikel lama yang sudah pernah dipublish di sebuah blog, namun gara-gara blog tersebut malas diurus maka dipindahkan kesini saja, blog lama juga sudah dihapus. Artikel ini sendiri merupakan materi saat mengikuti training Gender Mainstreaming (pengarus utamaan gender) yang dilaksanakan oleh Aceh Peace Resource Center (APRC).
Sangat menarik bagi saya yang baru pertama kali mengitu training ini kerana dapat mematahkan semua pemahaman saya selama ini tentang isue gender yang selalu dibicarakan oleh kaum perempuan. Dalam perspeksi saya yang awam menggangap isu gender hanyalah sebuah perjuangan kaum perempuan yang ingin mendapatkan hak sama dengan kaum adam. untuk jelas nya apa sih isue gender silahkan membaca artikel berikut ini yang ditulis oleh Prof. Dr. Syahrial Abbas. Semoga nada tidak bosan membaca sampai habis artikel ini yang lumayan panjang. :p
Gender Dalam Perspektif Islam dan Nilai Budaya Masyarakat Aceh
Oleh : Prof. Dr. Syahrizal Abbas.
Pendahuluan
Salah satu isu yang paling hangat dibicarakan akhir-akhir ini adalah masalah gender. Masalah ini merebak kepermukaan sebagai wacana aktual dalam kerangka pemikiran Islam. Perbedaan laki-laki dan perempuan masih menyimpan sisi-sisi problematis baik dari segi substansi kejadian maupun peran yang diemban dalam masyarakat.Perbedaan anatomi biologis antara keduanya cukup jelas. Akan tetapi efek yang timbul akibat perbedaan itu menimbulkan perdebatan, karena ternyata perbedaan jenis kelamin secara biologis (seks) telah melahirkan seperangkat konsep budaya. Interpretasi budaya terhadap perbedaan jenis kelamin inilah yang disebut gender. Perbedaan secara biologis antara laki-laki dan perempuan mempunyai nilai implementatif di dalam kehidupan budaya. Persepsi sebagian masyarakat menunjukkan bahwa jenis kelamin akan menentukan peran seseorang yang akan diemban dalam masyarakat. Jenis kelamin telah dijadikan sebagai atribut gender yang senantiasa digunakan untuk menentukan relasi gender, seperti pembagian fungsi, peran dan status di dalam masyarakat. Penentuan seperti ini telah melahirkan bias gender yang merugikan perempuan.
Baca selengkapnya ‘Gender Dalam Perspektif Islam dan Nilai Budaya Masyarakat Aceh’
Popularity: 3%
Membongkar Gurita Cikeas sebuah buku yang ditulis oleh George Junus Aditjondro. Judul lengkapnya: Membongkar Gurita Cikeas, di Balik Kasus Bank Century. Dilaunching hari Rabu (23/12) di Yogya lagi hangat-hangatnya dibicarakan baik melalui media konvensional ataupun online. Saya juga tertarik dengan buku ini, ada apa sebenarnya, kenapa begitu heboh buku ini lebih heboh dari Laskar Pelangi sekalipun.
Sebagai orang yang tinggal di ujung pulau sumatra tentu akan menjadi manusia pada tahap-tahap akhir bisa membaca buku-buku yang laris manis dipasaran, untung internet kadang bisa membantu, namun, saat ini tidak untuk buku Membongkar Gurita Cikeas, ya mungkin baru pra lauching sudah heboh tentu akan menjadi barang sulit untuk mencarinya.
Baca selengkapnya ‘Download Isi Buku Membongkar Gurita Cikeas’
Popularity: 15%

Lantai 2 yang tersisa dari amukan Tsunami
Pagi itu matahari bersinar redup tapi bukan berarti mendung, aku tak tahu kenapa pagi ini mentari seperti bersedih, seperti melihat sesuatu akan terjadi. Jam 7 pagi orang-orang berolahraga seperti biasa dihari minggu, ada yang jogging, jalan santai ada pula yang menyapu halaman rumah. Panitia road race di depan stadion Dhumurtala Lampineung sebuk menyiapkan pentas dan arena balapan, para gadis payung juga terlihat sudah ada dilokasi.
Jam 8 pagi goyangan kecil terasa tapi tak keras, tak semua orang merasakanya, selang beberap menit ayunan mulai terasa dan semakin lama ayunan semakin keras, isak tangis dan ucapan Allahu Akbar terdengar bersama rasa takut. Suaran bangunan runtuh mulai terdengar menggema, kubah mesjid Al-Makmur Lamprit ambruk. Pagar yang terbuat dari beton pun sudah terlapas dari pondasinya, sepeda motor yang diparkir juga berjatuhan.
Kepala terasa pusing seperti mabuk laut akibat cuaca buruk dalam pelayaran dilaut lepas, 9.8 scala rickter gempa telah mengguncang tanah kelahiran kami. Tak banyak banyak korban akibat dari gempa ini dan tak banyak pula bangunan yang roboh akibat goncangan selama lebih kurang 10 menit.
Baca selengkapnya ‘Jeritan di Pagi Hari’
Popularity: 3%

Pengenalan Open Office
Selama 2 hari mengikuti pelatihan pemanfaatan teknologi informasi (TI) untuk komunitas dan penulis yang diadakan oleh yayasan Nurul Fikri dan UNESCO di Hotel Diana Banda Aceh, banyak pengetahuan baru yang dapat depetik terutama dalam hal penggunaan open source sofware dan penggunaan teknologi internet untuk tujuan positif.
Staff UNESCO Jakarta dalam kata sambutannya mengingatkan peserta “untuk tidak membuang-buang waktu di internet untuk hal-hal yang tidak berguna”, dari situ saya terpikir efek negatif dari intrenet bila pengguna tidak pandai dalam memanfaatkan teknologi itu sendiri maka kita akan terjerumus ke hal-hal yang tidak bermanfaat. Semalam saya menimbang apakah ngeblog menjadi hal yang bermanfaat bagi saya, namun setelah saya tidak online semalaman untuk menimbang dengan matang saya memutuskan untuk ngeblog, karena bagi saya ngeblog adalah menjadi tempat sharing infomasi dan pengetahuan, namun bagi facebook dan jejaring sosial lainya apakah berguna bagi saya?
Baca selengkapnya ‘Pelatihan Pemanfaatan TI Untuk Komunitas dan Penulis’
Popularity: 1%

foofilter.com
Sebagaimana janji pada postingan sebelumnya, berikut ini Ten Commandments of the Net yang saya ambil dari milis, postingan dimilis dilakukan pada Sat, 28 Aug 1999 22:02:04, sudah lama memang, tapi masih relevan sampai saat ini saya rasa. Semoga berguna.
Salah satu seminar Quarter Deck tahun 1996 merumuskan Etika berInternet yang oleh sekelompok orang diberi nama “TEN COMMANDMENTS” OF THE ‘NET.
Mereka berharap Etika ini dapat dipergunakan untuk membuat Internet semakin bermanfaat bagi manusia.
Sepuluh Etika itu adalah:
Baca selengkapnya ‘Ten Commandments of the Net’
Popularity: 2%